Kumparan Logo
Konten Media Partner

UNISA Yogyakarta Buka Program S2 Fisioterapi, Pendaftaran Maba Dibuka April 2026

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Program Studi Magister (S2) Fisioterapi Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta. Foto: Dok. UNISA Yogyakarta
zoom-in-whitePerbesar
Program Studi Magister (S2) Fisioterapi Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta. Foto: Dok. UNISA Yogyakarta

Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta resmi membuka Program Studi Magister (S2) Fisioterapi sebagai respons atas minimnya ketersediaan tenaga fisioterapis di Indonesia. Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UNISA Yogyakarta, Dewi Rokhanawati, mengungkapkan bahwa dari 10.292 puskesmas di seluruh Indonesia, kurang dari 10% yang memiliki fisioterapis. Padahal, melalui Keputusan Menteri Kesehatan No. 19 Tahun 2024, tenaga ini telah ditetapkan sebagai tenaga esensial di layanan kesehatan tingkat pertama.

Di sisi lain, kebutuhan terhadap layanan fisioterapi terus meningkat seiring bertambahnya jumlah lansia di Indonesia dalam 20 tahun ke depan.

“Yogyakarta saat ini menjadi provinsi dengan proporsi lansia tertinggi di Indonesia, mencapai 13 persen,” kata Dewi, dikutip dari rilis Minggu (15/3).

“Kelompok ini berisiko tinggi mengalami penyakit kronis yang berdampak pada kualitas hidup dan fungsi gerak, sehingga membutuhkan peran fisioterapis dalam upaya pencegahan dan rehabilitasi,” lanjutnya.

Ilustrasi praktik fisioterapi. Foto: Dok. UNISA Yogyakarta

Menjawab kebutuhan tersebut, UNISA Yogyakarta resmi membuka Program Studi Magister (S2) Fisioterapi setelah mengantongi SK Mendiktisaintek RI No. 215/B/O/2026 pada 12 Maret 2026. Program ini menjadi yang ketiga di Indonesia setelah UMS Solo dan Universitas Esa Unggul Jakarta, sekaligus yang pertama di Yogyakarta. Dengan penambahan ini, UNISA kini memiliki total 24 program studi.

“Program Magister Fisioterapi UNISA mengusung keunggulan pada bidang regeneratif fisioterapi, yang menitikberatkan pada pemahaman mendalam terkait peran fisioterapi dalam upaya promosi, prevensi, kuratif, hingga rehabilitasi sistem gerak manusia,” jelas Dewi.

Selain itu, program ini juga dirancang untuk membekali lulusan agar mampu berkolaborasi secara optimal dengan tenaga medis dalam pengembangan pengobatan regeneratif dan personal. Dukungan dosen internasional serta program praktik internasional turut menjadi bagian dari penguatan kualitas pembelajaran.

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UNISA Yogyakarta, Dewi Rokhanawati. Foto: Dok. UNISA Yogyakarta

Dewi berharap kehadiran program ini dapat berkembang menjadi pusat inovasi berbasis riset yang mampu mencetak tenaga profesional berintegritas tinggi di bidang kesehatan.

“SK Prodi Magister Fisioterapi sudah turun, ini menjadi momentum penting bagi FIKes UNISA Yogyakarta dalam memperluas pengembangan keilmuan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan,” ujar Dewi.

Pendaftaran mahasiswa baru akan dibuka pada pertengahan April 2026 dengan kuota sekitar 40 mahasiswa. Perkuliahan dijadwalkan dimulai pada semester ganjil 2026–2027. Adapun syarat pendaftaran minimal memiliki ijazah S1 atau D4 Fisioterapi. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui web resmi UNISA Yogyakarta.