Kumparan Logo
Konten Media Partner

Veteran di Gunungkidul yang Tinggal di Bekas Kandang Ayam Dapat Bantuan Jokowi

Pandangan Jogjaverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mbah Sarno, veteran di Gunungkidul yang tinggal di rumah bekas kandang ayam menerima bantuan Presiden Joko Widodo. Foto: Pemda DIY
zoom-in-whitePerbesar
Mbah Sarno, veteran di Gunungkidul yang tinggal di rumah bekas kandang ayam menerima bantuan Presiden Joko Widodo. Foto: Pemda DIY

Seorang veteran yang tinggal di sebuah rumah bekas kandang ayam di Genjahan, Ponjong, Gunungkidul, Mbah Sarno, dapat bantuan dari Presiden Joko Widodo.

Bantuan itu diserahkan oleh Staf Kepresidenan RI pada Senin (5/8) kemarin di rumahnya langsung.

Penanggungjawab Kehumasan Pimpinan dan Pemda DIY, Ditya Nanaryo Aji, mengatakan bahwa bantuan tersebut berupa sembako dan sejumlah uang.

“Presiden RI mengetahui hal ini dari pemberitaan media yang sempat viral. Karena kisah beliau ini, Presiden tersentuh dan mengirimkan bantuan,” kata Ditya, Senin (5/8).

Saat ini, usia Mbah Sarno sudah menginjak 84 tahun, dan sudah 20 tahun dia hidup seorang diri di rumah bekas kandang ayamnya itu. Di dalam rumahnya juga tak ada perkakas elektronik modern, hanya ada tv tabung rusak dan radio usang yang jadi hiburannya sehari-hari.

Mbah Sarno bercerita bahwa ia pernah terlibat dalam sejumlah operasi militer sejak 1960 sampai 1969.

Mbah Sarno, veteran di Gunungkidul yang tinggal di rumah bekas kandang ayam menerima bantuan Presiden Joko Widodo. Foto: Pemda DIY

Beberapa operasi yang pernah ia ikuti di antaranya operasi melawan DI/TII di Jawa Barat, PRRI di Sumatra, pasukan Kahar Muzakkar di Sulawesi, hingga operasi Trikora di Papua. Tahun 1966 sampai 1967, dia juga ikut dalam operasi pemberantasan anggota PKI.

Sebelum purna tugas sebagai anggota Militer Sukarela, Mbah Sarno sempat mendapat penghargaan Bintang Sewindu.

“Saya tugas sampai 1969. Akhirnya sudah 9 tahun itu diserahkan saya sudah dapat bintang sewindu juga,” ujar Mbah Sarno.

Lurah Genjahan, Ponjong, Agung Nugroho, mengatakan kalau Mbah Sarno sebenarnya pernah mendapat BLT pada masa COVID-19, namun program itu sudah dihentikan. Pihak desa juga telah mengalokasikan 10 persen dana desa untuk bantuan warga miskin, termasuk Mbah Sarno. Meski begitu, ia mengakui bahwa nominal bantuan ini masih kurang untuk biaya hidup sehari-hari.

“Bantuan ini masih kurang, dan kami berharap bantuan selanjutnya bisa beliau dapat dari luar kalurahan. Kami harap beliau dapat dibantu sebagai bekas pejuang yang pernah berjasa terhadap Indonesia,” ujar Agung.

Mbah Sarno, veteran di Gunungkidul yang tinggal di rumah bekas kandang ayam menerima bantuan Presiden Joko Widodo. Foto: Pemda DIY

Terkait dengan kelayakan hunian, Agung juga tidak bisa berbuat banyak melalui program RTLH. Bantuan RTLH ini terkendala karena Mbah Sarno sudah tidak memiliki lahan yang atas nama dia sendiri.

Agung berharap bantuan kepada Mbah Sarno ini bisa terus berlanjut, tidak hanya dari satu pihak saja. Sebab, saat ini Mbah Sarno sudah berusia sangat lanjut, yaitu 84 tahun dan sehari-harinya sudah tidak bekerja. Untuk hidup sehari-hari, selama ini kebutuhan Mbah Sarno ditanggung oleh keponakannya.

Agung memastikan, bantuan yang baru saja diterima dari Presiden bisa cukup untuk kebutuhan hidup Mbah Sarno selama 2 hingga 3 bulan.

“Bantuan berupa sembako, kemudian uang stimulan untuk mungkin 2 bulan 3 bulan cukup untuk hidup Pak Sarno. Stimulan uang kalau nominalnya kami tidak mau tahu, artinya karena itu sudah hak beliau,” tutup Agung.