Wacana Subsidi PPnBM Justru Turunkan Penjualan Mobil di Jogja

Konten Media Partner
20 Februari 2021 12:53
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Kepala Cabang Sumber Baru Suzuki Yogyakarta, Andri Prasetyo (kanan). Foto: Widi Erha Pradana.
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Cabang Sumber Baru Suzuki Yogyakarta, Andri Prasetyo (kanan). Foto: Widi Erha Pradana.
ADVERTISEMENT
Wacana penghapusan PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) yang direncanakan pemerintah pada Maret tahun ini justru menurunkan tingkat penjualan mobil di sejumlah dealer di Yogyakarta. Penurunan ini terutama dirasakan pada awal tahun 2021, ketika wacana penghapusan PPnBM ini semakin kuat.
ADVERTISEMENT
Dealer Sumber Baru Group Suzuki Yogyakarta adalah salah satu yang merasakan penurunan penjualan tersebut. Kepala Cabang Sumber Baru Suzuki Yogyakarta, Andri Prasetyo, mengatakan karena adanya wacana penghapusan PPnBM ini membuat banyak konsumen menunda pembelian.
“Bulan Februari ini awalnya cukup tinggi sebenarnya, tapi karena ada isu ini akhirnya pada nunggu,” kata Andri Prasetyo ketika ditemui, Rabu (17/2).
Padahal akhir tahun kemarin sampai awal tahun 2021, angka penjualan mulai merangkak naik setelah dibuat anjlok karena pandemi. Pencapaian penjualan terakhir pada Januari kemarin dari 10 dealer telah menyentuh angka 250 unit, dengan penjualan normal sebelum pandemi mencapai 350 sampai 400 unit.
“Surat pembelian kendaraannya tetap masuk, tapi pembeliannya ditunda 1 Maret karena menunggu kepastian pemerintah itu,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
Menurut dia, banyak kesalahpahaman masyarakat dalam menanggapi isu ini, bahwa dengan penghapusan PPnBM maka harga mobil akan turun secara signifikan. Padahal menurut dia angka PPnBM sebenarnya kecil, bahkan jauh lebih besar diskon yang mereka berlakukan selama ini.
“Yang perlu dipahami adalah PPnBM itu tidak sebesar diskon. Kalau kita buka detail, sebenarnya kecil PPnBM itu,” lanjutnya
Kendati demikian, dia menyambut baik adanya wacana kebijakan ini meski sejauh ini berdampak pada penurunan tingkat penjualan. Sebab nantinya, dealer bisa mengurangi diskon yang selama ini mereka berikan tanpa menambah harga jual mobil karena bisa ditutup dengan adanya subsidi PPnBM.
Perlu dicatat, bahwa tidak semua mobil juga mendapat potongan karena adanya subsidi ini. Sebab, kendaraan yang dapat pemotongan PPnBM hanya yang bermesin 1.500 cc ke bawah serta memiliki kandungan lokal sebesar 70 persen. Dan salah satu produk Suzuki yang nantinya mendapatkan pemotongan jika regulasi ini benar-benar diterapkan adalah Suzuki Ertiga.
ADVERTISEMENT
“Saya kira mulai Maret nanti akan rame lagi sih, karena sebenarnya masyarakat itu cuma butuh kepastian,” kata Andri.
Disambut Baik, tapi Berdampak Negatif
Supervisor Pemasaran Dealer Honda Tugu Yogyakarta, Budi Utomo. Foto: Widi Erha Pradana.
zoom-in-whitePerbesar
Supervisor Pemasaran Dealer Honda Tugu Yogyakarta, Budi Utomo. Foto: Widi Erha Pradana.
Hal senada juga disampaikan oleh Supervisor Pemasaran Dealer Honda Tugu Yogyakarta, Budi Utomo. Menurutnya, pemotongan PPnBM memang akan menurunkan harga jual mobil, kendati demikian nilainya tidak akan terlalu besar.
“Penurunannya ya lumayan mungkin, cuma enggak sampai seperti yang beredar kalau harga mobil akan turun sampai 40 persen. Itu kan cuma PPnBM, 10 persen dari harga dasar mobil,” kata Budi Utomo, Kamis (18/2).
Namun sampai sekarang, dealer sebenarnya juga masih meraba-raba seperti apa nanti kebijakan terkait subsidi PPnBM dari pemerintah. Pasalnya, sampai sekarang juga belum ada keputusan resmi dari pemerintah sehingga manajemen dealer pun belum bisa menentukan seperti apa langkah yang nantinya akan dilakukan untuk meningkatkan penjualan.
ADVERTISEMENT
Dengan kabar yang beredar saat ini, Budi juga mengungkapkan kebingungan bagaimana supaya harga mobil nantinya tidak berbeda terlalu jauh. Pasalnya, tiap tiga bulan kebijakan pemotongan PPnBM mengalami perubahan. Dimana tiga bulan pertama ada pemotongan PPnBM sebesar 100 persen, tiga bulan kedua 50 persen, serta tiga bulan terakhir hanya 25 persen.
“Jadi kita masih bingung sebenarnya. Kita masih memikirkan bagaimana agar harga di tiap tiga bulan ini tidak terlalu jomplang. Terus terang ini juga baru mulai kita pikirkan,” lanjutnya.
Tren penurunan penjualan juga dialami oleh dealer Honda Tugu setelah isu subsidi PPnBM ini mencuat. Akhir tahun 2020 sampai awal tahun, sebenarnya tren penjualan mereka juga sudah mulai naik, di kisaran 70 sampai 100 unit setelah sebelumnya pada awal pandemi hanya bisa mencapai angka 40an unit.
ADVERTISEMENT
“Bulan ini turun, karena konsumen wait and see. Lumayan sangat berefek, bisa sampai setengahnya,” kata dia.
Padahal menurut dia tidak semua jenis mobil dari Honda juga mendapatkan subsidi PPnBM ini. Misalnya mobil tipe LCGC yang sejauh ini tingkat penjualannya tertinggi, karena sejak awal memang sudah tidak dikenai biaya PPnBM, maka dengan adanya kebijakan ini tidak akan berpengaruh juga terhadap harganya. Tapi karena ketidaktahuan konsumen, anggapannya semua harga mobil akan mengalami penurunan setelah adanya kebijakan pemotongan PPnBM.
“Ada unit yang sudah disiapkan, sudah mau dikirim tapi konsumen minta ditunda setelah dengar kabar ini. Padahal mobilnya itu Brio Satya, mobil LCGC yang jelas-jelas tidak berpotensi terdampak PPnBM,” ujarnya.
Adapun beberapa produk Honda yang menurutnya berpotensi mengalami penurunan harga karena terdampak kebijakan ini di antaranya Brio RS, Mobilio, Jazz, BRV, serta HRV.
ADVERTISEMENT
“Mudah-mudahan ada kenaikan penjualan lah, cuman kalau sekarang bulan ini dampaknya negatif malah,” kata Budi Utomo.
Menunggu Kepastian
Pameran Daihatsu Yogyakarta di sebuah mall di Yogyakarta. Foto: Widi Erha Pradana
zoom-in-whitePerbesar
Pameran Daihatsu Yogyakarta di sebuah mall di Yogyakarta. Foto: Widi Erha Pradana
Manajemen dealer Daihatsu Yogyakarta sampai sekarang juga masih menunggu kepastian regulasi subsidi PPnBM ini. Supervisor pemasaran Daihatsu Yogyakarta, Haryanto, mengatakan sampai sekarang belum ada strategi khusus yang disiapkan untuk menyambut kebijakan tersebut.
“Dari manajemen kita, selama belum ada peraturan resminya kita belum melakukan strategi apapun, kita masih menunggu,” kata Haryanto, Jumat (19/2).
Sampai sekarang, manajemen juga masih belum bisa menentukan seberapa besar penurunan harga mobil setelah kebijakan ini benar-benar diberlakukan. Meski belum disahkan, tapi wacana ini menurut Haryanto juga telah berdampak pada penurunan penjualan, terutama untuk tipe SUV dan MPV karena konsumen menunggu adanya penurunan harga.
ADVERTISEMENT
“Ada juga yang sudah pesan bulan ini tapi setelah baca kabar tentang isu ini kemudian menunda pembayaran sampai Maret, jadi inden,” kata dia.
Kendati demikian, pihak manajemen menurutnya tidak kehabisan akal. Mereka mengerahkan tim pemasaran mereka untuk fokus pada konsumen-konsumen yang tidak terpengaruh isu tersebut, misalnya perusahaan-perusahaan yang memang harus membeli unit saat ini juga tanpa menunggu kebijakan subsidi PPnBM.
“Kalau ada yang terpengaruh ya tidak apa-apa, tetap inden. Misalnya mau pending ya tidak apa-apa, tanda jadi masih ada, awal bulan nanti kita proses lagi,” lanjutnya.
Adapun beberapa produk Daihatsu yang berpotensi mengalami penurunan harga setelah adanya kebijakan subsidi PPnBM ini di antaranya Terios, Xenia, serta Luxio. Haryanto berharap kebijakan ini nantinya bisa memberikan dampak positif bagi penjualan mobil setelah selama pandemi ini mengalami penurunan nyaris 50 persen.
ADVERTISEMENT
“Selama regulasi ini maksudnya baik, ya kita sambut baik lah,” kata Haryanto. (Widi Erha Pradana / YK-1)