Walkot Yogya: Parkir Liar Hambat Penerapan Full Pedestrian di Malioboro
·waktu baca 1 menit

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan perlunya penambahan kantong parkir resmi di kawasan Malioboro menyusul temuan parkir liar di sejumlah jalan sirip selama uji coba penerapan full pedestrian di Malioboro yang kembali diberlakukan pada 1–2 Desember 2025.
Menurut Hasto, kondisi tersebut membuat skema rekayasa lalu lintas dan penutupan penuh Malioboro tidak berjalan optimal. Jalan sirip seharusnya menjadi ruang kendaraan untuk putar balik ketika akses Malioboro ditutup.
“Sebetulnya kita ini skenarionya kan ketika kita full pedestrian, di sirip-sirip itu bisa putar balik. Tapi kalau di sirip-siripnya untuk parkir kan nggak bisa untuk putar balik,” ujarnya saat ditemui Pandangan Jogja, Selasa (2/12).
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kota Yogyakarta menyiapkan sejumlah langkah penataan parkir.
“Selain penertiban, kita terus memikirkan kantong-kantong parkir itu harus ditambah,” kata Hasto.
Ia menambahkan bahwa pemerintah juga mempertimbangkan pembuatan cekungan putar balik di beberapa titik sirip atau alternatif lain yang memungkinkan pejalan kaki untuk menyeberang jalan.
“Di sirip itu harus ada cekungan untuk putar balik atau alternatif lain boleh nyebrang,” tambahnya.
Pemkot Yogyakarta akan melakukan evaluasi uji coba Malioboro pedestrian tahap kedua pada Rabu (3/12) pagi untuk menentukan penataan berikutnya, termasuk kebutuhan penambahan kantong parkir.
