Walkot Yogya Pimpin Bersih-Bersih Kali Code, Ingin Jadi seperti Sungai di Eropa

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menebar ribuan benih ikan dan memimpin aksi bersih-bersih Kali Code bersama ratusan personel dalam rangkaian Code Fest #1 pada Sabtu (4/10). Kegiatan kali ini dipusatkan di Jalan Abu Bakar Ali, Kotabaru, tepatnya di bawah Jembatan Taman Kewek.
Selain jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta, aksi ini juga melibatkan Asosiasi Permancingan Indonesia (APRI) DIY, anggota Kodim 0734/Kota Yogyakarta, serta satgas sungai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta.
Hasto mengatakan, gerakan bersih-bersih Kali Code merupakan bagian dari rencana penataan kawasan sungai dan tepi sungai.
“Hari ini atau besok, saya akan memerintahkan agar alat berat turun ke sini. Tapi ini hanya untuk memulai saja, bahwa kita akan segera bersihkan ini, besok dengan alat-alat berat kita turunkan ke sini, (Kali Code),” ujar Hasto, Sabtu (4/10).
Kali Code Masuk Proyek Strategis Nasional
Hasto menjelaskan, gagasan menjadikan Kali Code destinasi wisata muncul setelah adanya tawaran dari pemerintah pusat agar Pemkot Yogyakarta mengajukan proyek strategis nasional (PSN). Salah satu usulan yang diajukan adalah penataan kawasan sungai, khususnya Kali Code.
Ia menargetkan wajah Kali Code ke depan bisa menjadi destinasi wisata seperti di negara-negara Eropa.
“(Kali) Code ini bisa indah. Jogja diminta untuk mengajukan PSN, salah satu yang diajukan adalah penataan kawasan sungai dan tepi sungai. Harapannya kawasan sungai dan tepi sungai bisa indah seperti negara-negara Eropa, bahkan bisa untuk wisata,” katanya.
Menurut Hasto, visi ini sekaligus menjadi bagian dari semangat perayaan Hari Jadi Kota Yogyakarta ke-269 yang difokuskan pada penanganan sampah.
Kunci Utama: Pemilahan Sampah dari Rumah Tangga
Hasto menekankan, peran warga sangat penting dalam mewujudkan Kali Code yang bersih. Menurutnya, langkah utama adalah pemilahan sampah dari rumah tangga sebelum masuk ke TPA atau insinerator.
“Mengolah sampah yang utama adalah memilah. Kalau tidak dipilah tentu masalah sampah akan sulit selesai. Untuk masuk insenerator (alat pengolah sampah) juga harus dipilah terlebih dahulu, kaca misalnya itu harus dipisahkan,” jelasnya.
“Kunci dari segala kunci ya memilah. Jangan mengharapkan pengolahan sampah dengan bagus tanpa dimulai dengan pemilahan. Mau pakai teknologi apapun, kalau tidak dipilah, tentu (penggunaan) teknologi akan high cost. Makannya memilah itu menjadi hal yang wajib,” sambungnya.
Hasto menambahkan, aksi bersih-bersih sungai juga menjadi kampanye sosial agar masyarakat semakin peduli dan malu membuang sampah ke sungai.
“Ini bagian dari kampanye, merubah rekonstruksi sosial. Kalau ini (bersih-bersih sungai) dilakukan terus menerus kan orang malu mau buang sampah ke sungai. Sebetulnya ini juga bentuk protes terhadap mereka yang buang sampah di sungai,” tegasnya.
DLH Yogyakarta Terjunkan Satgas Sungai
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Limbah DLH Kota Yogyakarta, Very Tri Jatmiko, menyebut pihaknya setiap hari menurunkan puluhan satgas sungai untuk membersihkan sampah di empat lokasi berbeda.
“Sesuai ketugasan kita itu mengurangi sumber-sumber pencemar, salah satunya di sungai itu kan adalah sampah domestik. Nah, kita setiap harinya secara maksimal melakukan pembersihan sampah di empat sungai yang ada di Kota Jogja,” jelas Very.
Ia menambahkan, langkah ini dilakukan tidak hanya untuk mengurangi pencemaran akibat sampah, tetapi juga menjaga kebersihan lingkungan sungai sebagai penopang citra Yogyakarta sebagai kota pariwisata.
Selain bersih-bersih sampah, kegiatan kali ini juga diisi dengan pelepasan benih ikan lokal sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem sungai.
Reporter: Y. Anggara
