Wamenkumham Eddy OS Hiariej: Tak Ada Niat Jokowi Perpanjang Masa Jabatan
·waktu baca 2 menit

Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham), Edward Omar Sharif Hiariej menegaskan bahwa sampai saat ini tidak ada niat dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memperpanjang masa jabatan, menunda pemilu, maupun menambah periode jabatannya jadi tiga periode.
Hal itu disampaikan Eddy, sapaan akrabnya, dalam talk show daring bertajuk ‘Perpanjangan Masa Jabatan dan Penundaan Pemilu’ yang diadakan secara daring dan dirilis oleh Humas UGM, hari ini.
Dia mengaku selama beberapa bulan terakhir tidak terlihat ada niatan dari presiden untuk menunda pemilu.
“Jangankan untuk menambah periode presiden, untuk memperpanjang saja saya melihat tidak ada niatan ke sana,” kata Eddy.
Karena itu, pemerintah menurutnya menyetujui jadwal Pemilu 2024 yang diajukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), yakni pada 14 Februari 2024. Sebenarnya, sebelumnya pemerintah telah mengusulkan jadwal Pemilu 2024 pada 15 Mei 2024, namun karena beberapa pertimbangan akhirnya disetujui pelaksanaannya pada 14 Februari.
“Kalau pemilu 15 Mei, maka KPU hanya punya waktu 12 hari untuk membentuk panitia pemilihan untuk kepala daerah pada tanggal 27 November,” lanjutnya.
Kendati demikian, Pakar Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar, mengatakan bahwa disetujuinya jadwal Pemilu 2024 oleh pemerintah tak bisa menjamin bahwa Jokowi memang tidak punya niat untuk memperpanjang masa jabatan ataupun menunda Pemilu 2024.
“Kita enggak tahu barangkali itu indikasi bahwa Presiden Jokowi tidak mau, tapi tidak ada jaminan. Soalnya itu tidak bisa menjadi satu-satunya variabel untuk bisa dipakai kesimpulan bahwa Jokowi enggak mau,” kata Zainal Arifin Mochtar.
Apalagi jika melihat track record-nya, sering kali Jokowi melakukan hal yang berbeda dengan apa yang dikatakan. Misalnya ketika Jokowi mengatakan anaknya tidak akan maju dalam perhelatan pilkada, namun yang terjadi justru sebaliknya.
“Tapi tiba-tiba maju juga di Solo,” ujarnya.
Hal itulah yang menurutnya membuat masyarakat khawatir dan tidak bisa mempercayai sepenuhnya apa yang dikatakan oleh Jokowi. Sehingga wajar jika publik tetap menaruh curiga kepada Jokowi, meskipun berkali-kali menegaskan tak ada maksud memperpanjang masa jabatan maupun menambah periode jabatannya.
