NLC Pangan Publik Desak Pemerintah, DPR RI Tekan Lonjakan Plastik

Bersama Kebangkitan Swasembada Pangan Lebih dari keluarga dan saudara sedarah, kami membuka sharing dan keluh kesah
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Pangan Publik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nusantara Local Catering (NLC) Pangan Publik Indonesia, Budimansyah Nasution menyatakan sangat menyesalkan fenomena kenaikan harga biji plastik beserta berbagai plastik penyerta yang digunakan sebagai kelengkapan pengemasan produk industri kuliner dan UMKM pangan. Kenaikan tersebut dinilai bukan lagi sekadar persoalan teknis industri kemasan, melainkan telah menjadi tekanan serius bagi pelaku usaha pangan di berbagai daerah yang setiap hari bergantung pada kemasan plastik untuk menjaga mutu, higienitas, keamanan distribusi, dan daya saing produk mereka di pasar. Dalam pandangan NLC Pangan Publik Indonesia, lonjakan harga bahan baku plastik saat ini menempatkan pelaku usaha kuliner dan UMKM pangan pada posisi yang sangat sulit karena mereka harus memilih antara menaikkan harga jual produk kepada konsumen atau mengurangi isi, porsi, maupun kualitas penyajian pangan dalam kemasan.
NLC Pangan Publik Indonesia menilai bahwa dampak kenaikan harga biji plastik telah merambat langsung ke rantai usaha pangan rakyat, terutama pada sektor makanan siap saji, katering, makanan beku, minuman kemasan, jajanan rumahan, hingga aneka produk oleh-oleh dan olahan UMKM. Bukan hanya kemasan utama seperti gelas, tray, standing pouch, mika, dan wadah makanan yang mengalami tekanan harga, tetapi juga berbagai komponen pendukung seperti sendok plastik, tutup, seal, kantong pembungkus, lapisan pelindung, dan elemen pengemasan lainnya. Kondisi ini membuat biaya produksi meningkat secara menyeluruh dan memaksa banyak pelaku usaha untuk melakukan penyesuaian yang tidak ideal. Jika harga jual dinaikkan, maka daya beli masyarakat bisa terdampak. Namun jika harga ditahan, maka pelaku usaha harus menekan porsi sajian atau mengambil margin yang semakin tipis, yang pada akhirnya dapat mengancam keberlanjutan usaha mereka.
Menurut NLC Pangan Publik Indonesia, fenomena ini tidak boleh dianggap sepele karena industri kuliner dan UMKM pangan merupakan salah satu penopang utama perputaran ekonomi masyarakat serta bagian penting dalam menjaga ketersediaan pangan olahan yang terjangkau, praktis, dan mudah diakses publik. Saat kemasan menjadi mahal, maka biaya distribusi pangan ikut terdorong naik dan efeknya dapat dirasakan langsung oleh konsumen akhir. Dalam jangka pendek, masyarakat akan berhadapan dengan kenaikan harga makanan dan minuman kemasan. Dalam jangka menengah, pelaku UMKM yang lemah permodalan berpotensi mengurangi produksi, menunda ekspansi, bahkan menghentikan usahanya. NLC Pangan Publik Indonesia mengingatkan bahwa jika tekanan pada pelaku usaha pangan kecil dan menengah terus dibiarkan, maka situasi ini dapat mengganggu keseimbangan ekosistem pangan nasional dari sisi keterjangkauan, kontinuitas suplai, dan keberlangsungan usaha rakyat.
Atas dasar itu, badan usaha NLC Pangan Publik Indonesia meminta pemerintah pusat, kementerian terkait, serta DPR RI untuk segera melakukan mitigasi konkret dan terukur terhadap persoalan kenaikan harga biji plastik dan material pengemasan turunannya. Langkah mitigasi yang didorong meliputi pengawasan rantai pasok bahan baku, evaluasi struktur distribusi dan perdagangan bahan kemasan, perlindungan terhadap pelaku UMKM pangan, serta penyusunan kebijakan yang dapat meredam gejolak harga agar tidak terus dibebankan kepada sektor kuliner rakyat. NLC Pangan Publik Indonesia menilai diperlukan keseriusan lintas sektor agar persoalan ini tidak berkembang menjadi tekanan ekonomi yang lebih luas. Pemerintah dan DPR RI diharapkan tidak menunggu sampai dampak kenaikan harga kemasan berubah menjadi gelombang kenaikan harga pangan olahan di tingkat masyarakat.
NLC Pangan Publik Indonesia menegaskan bahwa kekhawatiran terhadap lonjakan harga biji plastik bukan hanya menyangkut kepentingan bisnis pelaku usaha kuliner, melainkan juga menyentuh persoalan yang lebih besar, yaitu stabilitas pangan nasional. Ketika biaya pengemasan terus melonjak, maka pangan yang seharusnya bisa diproduksi, dikemas, dan disalurkan secara efisien akan menghadapi hambatan dari hulu hingga hilir. Oleh sebab itu, NLC Pangan Publik Indonesia mendesak agar pemerintah dan DPR RI segera merumuskan langkah responsif demi menahan dampak kenaikan tersebut, melindungi UMKM pangan, dan memastikan masyarakat tetap memperoleh produk pangan yang layak, aman, dan terjangkau. NLC Pangan Publik Indonesia juga menyatakan siap menjadi mitra dialog dengan pemerintah dalam menyampaikan kondisi riil di lapangan agar solusi yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan industri kuliner dan UMKM pangan secara nyata.
