Konten dari Pengguna

Seminar Interdisipliner Pangan Publik Dongkrak New Food Policy

Pangan Publik

Pangan Publik

Bersama Kebangkitan Swasembada Pangan Lebih dari keluarga dan saudara sedarah, kami membuka sharing dan keluh kesah

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Pangan Publik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto Poster Seminar Nasional Interdisipliner Pangan Publik Indonesia 2026 (Sumber: Kreatif Organisasi/Kredit Foto)
zoom-in-whitePerbesar
Foto Poster Seminar Nasional Interdisipliner Pangan Publik Indonesia 2026 (Sumber: Kreatif Organisasi/Kredit Foto)

Di tengah tantangan pangan nasional yang semakin kompleks, isu reformasi kelembagaan pangan kini menjadi pembahasan yang kian relevan untuk diperbincangkan secara terbuka oleh kalangan akademisi, birokrat, profesional, hingga masyarakat umum. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Pengurus Pusat Pangan Publik Indonesia bersama Banalika Muda Indonesia berencana menggelar Seminar Nasional Interdisipliner bertajuk “Reformasi Kelembagaan Pangan Nasional: Perspektif Hukum, Tata Kelola, dan Sistem Pangan Negara”. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026 pukul 13.00–16.00 WIB secara daring melalui Zoom Meeting. Forum ini dihadirkan sebagai ruang dialog yang mempertemukan berbagai perspektif untuk membaca arah kebijakan pangan Indonesia secara lebih utuh, mulai dari aspek hukum, tata kelola kelembagaan, hingga desain sistem pangan negara yang responsif terhadap dinamika zaman.

Penyelenggara menilai, reformasi kelembagaan pangan tidak lagi dapat dipandang sebagai isu sektoral semata, melainkan menyangkut masa depan ketahanan nasional, stabilitas ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Dalam materi publikasinya, forum ini menyoroti sejumlah pokok persoalan penting seperti urgensi penataan ulang kelembagaan pangan, pembagian kewenangan yang akuntabel, kebutuhan harmonisasi regulasi, hingga strategi sistem pangan yang mencakup perencanaan wilayah, rantai pasok, ketimpangan antar wilayah, dan penguatan inovasi. Selain itu, diskusi juga diarahkan pada pentingnya orkestrasi kebijakan pangan yang mampu menjawab tantangan cadangan, stabilisasi, koordinasi pusat-daerah, serta tata kelola intervensi yang terukur. Dengan demikian, seminar ini tidak hanya hadir sebagai agenda seremonial, melainkan sebagai forum keilmuan yang mencoba menjawab pertanyaan besar tentang bagaimana negara seharusnya menata sistem pangan secara berkelanjutan dan berkeadilan.

Daya tarik lain dari kegiatan ini terletak pada jajaran narasumber yang direncanakan hadir, yang berasal dari latar akademik, kelembagaan, dan kepemimpinan organisasi publik. Sejumlah nama yang tercantum dalam referensi kegiatan antara lain Prof. Dr. Ir. Ernan Rustiadi, M.Agr, Prof. Dr. Zainal Arifin Mochtar, S.H., LL.M, Dr. Drs. Sarwo Edhy, S.P., M.M., M.H, serta Budimansyah Nasution, S.TP, CTEM. Kehadiran para pembicara ini memberi sinyal bahwa forum akan menghadirkan pembahasan yang tidak hanya konseptual, tetapi juga menyentuh dimensi praktik, pengalaman kelembagaan, dan relevansi kebijakan publik. Dalam konteks media digital seperti Kumparan, komposisi narasumber seperti ini menjadi nilai berita yang kuat karena menunjukkan bahwa acara tersebut bukan sekadar undangan umum, melainkan wadah diskusi yang memiliki bobot intelektual dan kedekatan dengan isu strategis nasional.

Adapun seminar ini dirancang terbuka bagi beragam segmen peserta, mulai dari mahasiswa, fresh graduate, dosen, peminat ilmu teknologi pangan, hukum, administrasi publik, aparatur sipil negara, profesional, hingga masyarakat umum. Panitia juga menyiapkan sejumlah fasilitas yang dapat menambah daya tarik partisipasi, seperti softfile materi terpilih, e-sertifikat bernomor, ringkasan usulan kebijakan, serta akses ke group jejaring peserta. Dalam logika publikasi media, informasi seperti ini penting ditekankan karena calon peserta masa kini tidak hanya mencari acara yang menarik secara tema, tetapi juga yang memberi nilai tambah nyata bagi pengembangan wawasan, jejaring, dan kapasitas profesional. Di saat yang sama, format daring melalui Zoom juga membuat kegiatan ini lebih mudah diakses oleh peserta dari berbagai daerah, sehingga potensi jangkauan publiknya menjadi lebih luas dibanding forum luring yang terbatas lokasi.

Bagi publik yang ingin mengikuti agenda ini, pendaftaran disebutkan dapat dilakukan melalui tautan s.id/PanganPublik2026, disertai informasi kontribusi peserta serta kanal layanan panitia yang telah dicantumkan dalam materi promosi. Bila disajikan sebagai naskah pemberitaan di laman Kumparan, rencana kegiatan ini paling kuat dipublikasikan dengan menonjolkan urgensi isu pangan nasional, relevansi reformasi kelembagaan, kualitas narasumber, serta manfaat konkret bagi peserta lintas kalangan. Dengan pendekatan tersebut, berita tidak hanya berfungsi sebagai pengumuman acara, tetapi juga sebagai ajakan kepada publik untuk ikut terlibat dalam percakapan penting mengenai masa depan tata kelola pangan Indonesia. Pada akhirnya, seminar ini dapat diposisikan sebagai momentum kolaboratif yang mempertemukan gagasan, kepakaran, dan kepedulian publik terhadap satu isu fundamental: bagaimana membangun sistem pangan nasional yang lebih tangguh, adil, dan adaptif menghadapi tantangan ke depan.