Mengapa Kita Sering Baru Menghargai Proses Setelah Melihat Hasilnya?

Mahasiswa Prodi Sistem Informasi Universitas Pamulang
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Sigit Putro Pangestu tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika sedang menjalani sesuatu, prosesnya sering terasa biasa saja. Kita mungkin hanya fokus pada apa yang harus dilakukan hari ini tanpa terlalu memikirkan bahwa setiap langkah tersebut sebenarnya sedang membawa kita menuju sesuatu.
Namun, setelah hasilnya terlihat, cara kita memandang proses bisa berubah.
Hal-hal yang sebelumnya terasa melelahkan tiba-tiba terlihat memiliki arti. Waktu yang digunakan untuk belajar, latihan yang dilakukan berulang kali, atau berbagai kesalahan yang pernah terjadi akhirnya terasa seperti bagian penting dari perjalanan.
Salah satu alasannya mungkin karena hasil memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai perjalanan yang sudah dilewati. Ketika tujuan belum tercapai, kita belum bisa mengetahui apakah usaha yang dilakukan akan membawa perubahan. Karena itu, proses terkadang terasa seperti kegiatan yang berulang tanpa kepastian.
Misalnya, seseorang sedang belajar kemampuan baru. Pada awalnya, ia mungkin merasa perkembangannya sangat lambat. Kesalahan masih sering terjadi dan hasil latihan belum terlihat. Namun, setelah beberapa waktu, ia mulai mampu melakukan sesuatu yang sebelumnya terasa sulit.
Saat itulah latihan-latihan sebelumnya mulai terasa lebih berarti.
Hal yang sama bisa terjadi dalam berbagai kegiatan sehari-hari. Seseorang yang sedang membangun kebiasaan, menyelesaikan pendidikan, mempersiapkan pekerjaan, atau menjalankan usaha mungkin tidak langsung melihat perubahan besar setiap harinya.
Perubahan kecil sering kali sulit disadari ketika kita masih berada di dalam proses.
Kita lebih mudah melihat perbedaan ketika membandingkan keadaan sekarang dengan kondisi beberapa bulan atau beberapa tahun sebelumnya. Dari sana, barulah terlihat bahwa ternyata banyak hal yang sudah berubah.
Selain itu, manusia memang cenderung memberikan perhatian lebih besar kepada sesuatu yang sudah memiliki hasil nyata. Sebuah pencapaian dapat menjadi bukti bahwa waktu dan tenaga yang diberikan sebelumnya menghasilkan sesuatu.
Karena itu, proses yang panjang sering kali baru terasa berharga setelah kita sampai pada tujuan.
Padahal, proses sebenarnya tidak hanya berfungsi sebagai jalan menuju hasil. Selama menjalaninya, seseorang juga mendapatkan pengalaman yang mungkin tidak bisa diperoleh hanya dengan mencapai tujuan.
Kegagalan mengajarkan cara menghadapi kesalahan. Kesulitan membuat seseorang mencari cara baru. Rutinitas melatih konsistensi. Bahkan waktu ketika belum berhasil pun dapat memberikan pemahaman mengenai diri sendiri.
Hal-hal tersebut mungkin tidak terlihat sebagai pencapaian.
Namun, semuanya tetap menjadi bagian dari perjalanan.
Menariknya, tidak semua proses akhirnya menghasilkan sesuatu sesuai dengan rencana. Ada usaha yang ternyata membawa seseorang ke arah berbeda. Ada pula tujuan yang akhirnya berubah setelah seseorang mengetahui lebih banyak tentang apa yang sebenarnya diinginkan.
Meski begitu, proses tersebut tetap bisa memiliki nilai.
Karena itu, menghargai proses tidak harus menunggu sampai hasilnya terlihat. Setiap perkembangan kecil juga bisa menjadi alasan untuk mengapresiasi usaha yang sudah dilakukan.
Hari ketika kita berhasil menyelesaikan sesuatu yang sebelumnya terasa sulit, misalnya, merupakan bagian dari proses. Begitu pula ketika kita memilih mencoba kembali setelah mengalami kegagalan.
Mungkin tidak ada yang langsung melihat perubahan tersebut.
Tetapi kita sendiri tahu bahwa ada sesuatu yang berbeda dibandingkan sebelumnya.
Pada akhirnya, hasil memang menjadi bagian yang menyenangkan dari sebuah perjalanan. Namun, hasil tidak akan memiliki cerita yang sama tanpa proses yang mendahuluinya.
Ketika suatu hari kita melihat kembali perjalanan yang sudah dilewati, mungkin baru terasa bahwa hal-hal yang dulu dianggap biasa ternyata memiliki peran penting.
Dan mungkin, menghargai proses berarti belajar menyadari bahwa perjalanan menuju sebuah hasil juga merupakan bagian dari pencapaian itu sendiri.
