Konten dari Pengguna

Mengapa Perjalanan Singkat Bisa Terasa Lebih Melelahkan?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sigit Putro Pangestu tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Dihasilkan menggunakan AI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Dihasilkan menggunakan AI

Pernahkah kita merasa lelah setelah melakukan perjalanan yang sebenarnya tidak terlalu jauh? Jarak yang hanya beberapa kilometer terkadang terasa lebih melelahkan dibandingkan perjalanan yang lebih panjang. Hal ini menunjukkan bahwa rasa lelah selama perjalanan tidak selalu ditentukan oleh jarak yang ditempuh.

Salah satu penyebabnya adalah kondisi perjalanan itu sendiri. Kemacetan, kendaraan yang penuh, jalan yang kurang nyaman, hingga harus berhenti dan menunggu dalam waktu yang tidak pasti dapat membuat perjalanan terasa lebih berat. Bahkan sebelum sampai di tujuan, energi sudah banyak terkuras.

Bagi masyarakat yang setiap hari bepergian untuk bekerja atau berkuliah, perjalanan merupakan bagian dari rutinitas. Jarak rumah dan tempat tujuan mungkin tidak terlalu jauh, tetapi jika harus menghadapi lalu lintas padat setiap hari, perjalanan tersebut dapat menjadi aktivitas yang cukup melelahkan.

Ilustrasi perjalanan darat. Foto: Shutter Stock

Menunggu juga menjadi bagian yang sering dianggap sepele. Ketika seseorang harus menunggu bus, kereta, angkutan umum, atau kendaraan lain, waktu terasa berjalan lebih lambat. Berbeda dengan perjalanan yang berlangsung lancar, ketidakpastian mengenai kapan kendaraan datang dapat membuat seseorang merasa lebih tidak nyaman.

Selain kondisi jalan dan waktu tunggu, cara seseorang melakukan perjalanan juga berpengaruh. Perjalanan menggunakan kendaraan pribadi mungkin terasa lebih praktis bagi sebagian orang karena tidak perlu menunggu kendaraan lain. Namun, pengemudi tetap harus berkonsentrasi menghadapi lalu lintas. Sementara itu, menggunakan transportasi umum memungkinkan seseorang beristirahat selama perjalanan, tetapi kepadatan dan perpindahan kendaraan dapat menjadi tantangan tersendiri.

Ada pula faktor psikologis yang membuat perjalanan terasa lebih melelahkan. Perjalanan menuju suatu tempat mungkin terasa biasa saja ketika kita sedang santai. Namun, perjalanan yang sama dapat terasa jauh lebih berat ketika kita sedang terburu-buru, memikirkan pekerjaan, atau khawatir terlambat sampai tujuan.

Hal ini menunjukkan bahwa perjalanan bukan hanya persoalan jarak. Waktu, kondisi perjalanan, kenyamanan, kepadatan, dan keadaan pikiran semuanya dapat memengaruhi bagaimana seseorang merasakan sebuah perjalanan.

Menurut saya, hal sederhana yang bisa dilakukan adalah memberikan waktu yang cukup ketika bepergian. Berangkat terlalu dekat dengan jadwal kegiatan hanya akan membuat perjalanan terasa semakin menegangkan. Dengan memberikan sedikit ruang waktu, seseorang dapat menghadapi kondisi tak terduga di perjalanan dengan lebih tenang.

Pada akhirnya, perjalanan beberapa kilometer tidak selalu berarti perjalanan yang ringan. Terkadang, bukan jaraknya yang membuat kita lelah, melainkan bagaimana perjalanan tersebut berlangsung. Karena itu, ketika merasa lelah setelah perjalanan singkat, mungkin masalahnya bukan karena kita terlalu lemah, tetapi karena perjalanan memang membutuhkan lebih banyak energi daripada yang kita sadari.