Konten dari Pengguna

MAHASISWA KKN UNDIP KENALKAN TEKNIK MENANAM DENGAN MEMANFAATKAN BOTOL PLASTIK

Vania Mulya Deviyanti

Vania Mulya Deviyanti

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Vania Mulya Deviyanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teknik Vertikultur (kiri) dan Teknik Upside Down (kanan)
zoom-in-whitePerbesar
Teknik Vertikultur (kiri) dan Teknik Upside Down (kanan)

Sapuro Kebulen, Pekalongan - KKN Tim II Universitas Diponergoro tahun 2020 dilaksanakan di rumah masing-masing mahasiwa dengan tema yaitu “Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi COVID-19 Berbasis Pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)”. Kegiatan KKN dilaksanakan mulai tanggal 5 Juli – 15 Agustus 2020. Kegiatan dilakukan untuk mengurangi limbah sampah plastik seperti botol yang sangat menumpuk. Pemasalahan tersebut sudah menjadi hal sangat umum di Indonesia. Tujuan utama dari kegiatan KKN ini adalah memanfaatkan kembali menjadi barang bermanfaat limbah botol plasstik untuk menajadi hal yang berguna contohnya pot tanaman.

Kegiatan berkebun merupakan salah satu kegiatan yang dapat dilakukan untuk mengisi waktu luang. Sedikit atau tidak adanya lahan di rumah menjadi masalah bagi sebagian masyarakat dalam berkebun. Hal tersebut menjadikan masyarakat menjadi enggan untuk berkebun. Hal tersebut dapat diselesaikan dengan konsep urban farming seperti halnya yang dilakukan oleh mahasiswa KKN asal pekalongan bernama Vania Mulya Deviyanti.

Konsep urban farming yang dikenalkan oleh mahasiswa KKN ke masyarakat Kelurahan Sapuro Kebulen yaitu konsep vertikultur dan upside down. Teknik vertikultur merupakan teknik bertanam dengan menempatkan tempat secara vertikal. Teknik ini juga dapat memanfaatkan botol plastik bekas. Salah satu tanaman yang dapat menggunakan teknik ini merupakan tanaman bayam. Pelaksanaan pelatihan untuk teknik vertikultur dilakukan mulai tanggal 19 – 22 Juli 2020 yang juga dilaksanakan dirumah masing-masing warga.

Teknik upside down merupakan teknik menanam dengan metode terbalik yang dapat memanfaatkan barang bekas seperti botol plastik. Tanaman yang dapat ditanam dengan teknik ini salah satunya tanaman tomat. Pelaksanaan pelatihan untuk teknik upside down dilakukan mulai tanggal 28 – 30 Juli 2020 di rumah masing-masing warga. Warga yang awalnya malas berkebun jadi mulai gemar berkebun karena mengetahui jika menanam tidak mengharuskan memiliki lahan yang besar.

Pelatihan Menanam dengan Teknik Upside Down

“Ternyata menanam seru ya mbak. Kegiatannya juga sangat bermanfaat karena memanfaatkan limbah botol plastik.” ujar Ibu Fenty, salah satu warga RW 001, Kelurahan Sapuro Kebulen.

Oleh: Vania Mulya Deviyanti, Agroekoteknologi, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro

Dosen pembimbing: Nikie Astorina Yunita Dewanti, SKM., M. Kes