'Mecing-mecing', Tradisi Bagi-bagi Duit saat Malam Takbiran di Brebes

Referensine Wong Pantura | Partner kumparan 1001 Media
Tulisan dari Tim PanturaPost tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

BREBES - "Mecing..mecing..mecing..mecing.." teriakan puluhan anak-anak menggema di sudut-sudut kampung di Desa Linggapura, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Selasa malam (4/6). Dalam suasana malam takbiran, ratusan anak-anak di desa tersebut ramai-ramai mendatangi setiap rumah untuk meminta uang pecingan.
Hampir sebagian warga di Desa Linggapura malam itu sudah menyiapkan uang pecahan Rp 1.000, Rp 2.000, Rp 5.000, hingga Rp 10.000 untuk dibagi-bagi kepada anak-anak. Selepas magrib, mereka sudah siap berdiri di depan rumah sambil memegang tumpukan uang pecahan tersebut.
Isna Hilmi (34 tahun), salah seorang warga setempat, mengaku sudah menyiapkan uang pecahan tersebut jauh-jauh hari. Dia sengaja menukarkan uang ratusan ribu rupiah untuk menyiapkan pecingan saat malam takbiran.
"Ya memang sengaja menyiapkan buat bagi-bagi ke anak-anak," katanya.
Menurutnya, tradisi ini sudah ada sejak dia kecil. Bahkan, dia pun saat itu ikut keliling kampung untuk mecing-mecing. "Kalau di sini memang gitu dari dulu," katanya.
Entah, dari mana tradisi mecing itu dimulai. Yang jelas, tradisi itu mirip bagi-bagi angpao saat Tahun Baru Imlek. Bedanya, mecing ini dilakukan secara berombongan oleh anak-anak. Juga digelar di tengah kampung dalam suasana takbiran.
Istilah mecing ini berasal dari kata dasar 'Pecing'. 'Mecing' berarti 'meminta uang'. Kemudian, 'Mecing' berarti 'memberi uang'. Istilah ini juga sering dipakai oleh warga Brebes, Tegal, dan sekitarnya.
Mereka kerap menggunakan diksi itu untuk meminta uang atau sedekah. Biasanya itu dilakukan kepada orang yang sudah akrab. Misalnya begini: "Abah aku pecingi oh (pak aku kasih duit dong)".
Salah seorang sesepuh di Desa Linggapura, Fatchuri (73 tahun), mengatakan tradisi pecingan ini memang sudah ada sejak dia masih kecil. Ia menambahkan kebiasaan ini hanya ada di desanya.
"Sepengetahuan saya di daerah lain tidak ada (bagi-bagi uang saat malam takbiran)," katanya.
Menurutnya, meski ada bagi-bagi uang, tradisi ini bukan berarti mengajarkan anak-anak untuk meminta-minta. Tetapi ini sebagai cara masyarakat untuk berbagi kebahagiaan menjelang Hari Raya Idul Fitri. (Irsyam Faiz)
