2 Jembatan Baru, KadoTahun Baru bagi Ribuan Warga Wlahar Larangan Brebes

Bupati Brebes Idza Priyanti menggunting pita peresmian dua jembatan di Larangan Brebes.
BREBES - Jelang tahun baru 2019, ribuan warga di Pedukuhan Kedungabad dan Pedukuhan Wlahar Desa Wlahar Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes patut berbahagia. Dua jembatan di desa setempat yang sudah ditunggu - tunggu lebih dari 70 tahun lebih lamanya akhirnya rampung dibangun.
Dua jembatan yang terletak di Dusun Kedungabad dan Dusun Wlahar itu, menjadi kemerdekaan bagi ribuan warga setempat. Keceriaan warga pecah setelah Bupati menggunting pita peresmian dan menerbangkan puluhan balon berkarakter kartun anak populer.
Kedatangan Bupati Brebes bersama rombongan ini disambut dengan pesta rakyat dan berbagai hiburan. Bahkan, rangkaian peresmian diawali sejak dua hari lalu. Yaitu dengan arak-arakan keliling desa sebagai bentuk kegembiraan warga yang sejak kemerdekaan 73 tahun silam baru memiliki jembatan.
Sebelum dibangun jembatan, warga Desa Wlahar hanya mengandalkan perahu kecil (jukung) untuk membantu mobilitas warga. Baik para pelajar maupun warga lainnya, sudah terbiasa menantang maut saat menyeberangi sungai Pemali. Terlebih, saat menyeberang di musim hujan dengan debit air yang tinggi.
"Dengan adanya jembatan di Desa Wlahar ini kami sangat yakin, ini untuk mempermudah akses warga. Sudah bisa digunakan. Jembatan ini juga akan mengubah roda perekonomian warga," ucap Idza Priyanti usai peresmian dua jembatan itu.
Menurut dia, pembangunan infrastruktur seperti jembatan ini sangat penting untuk membantu mobilitas warga. Jembatan merupakan bagian terpenting dalam pembangunan, selain akses jalan.

Dalam peresmian ini, para penyedia jasa jukung menaiki panggung untuk mendapatkan apresiasi. Di Desa Wlahar, ada empat jembatan yang dibangun dengan APBD dari tahun 2016 hingga 2019. Tiga jembatan di antaranya sudah jadi, yaitu jembatan di Dusun Kedungabad senilai Rp 3,5 miliar, dusun Wlahar Rp 4.9 miliar Tegalwangi Rp 6 miliar.
Sementara yang keempat, jembatan di Dusun Karangsari saat ini sedang dalam tahap pembangunan dengan nilai Rp 2 miliar. Sehingga total pembangunan jembatan di Desa Wlahar kurang lebih Rp 16 miliar.
Adanya empat jembatan bernilai belasan miliaran rupiah di desa tersebut lantaran letak geografis Desa Wlahar yang terletak di antara sungai Pemali. Sehingga, mobilitas warga selama ini hanya mengandalkan jukung saat musim hujan.
Bahkan, saat musim kemarau atau sungai surut, warga bergotong-royong membuat akses jalan di tengah sungai agar bisa dilalui.
Sementara itu, seorang warga Larangan, Zubad Fahillatah mengaku bersyukur dengan selesainya pembangunan dua jembatan di Desa wlahar. Ia berharap, dua jembatan baru dapat dimanfaatkan warga setempat menjadi akses utama untuk menunjang perekonomian dan pendidikan.
"Saya merasa bangga sekarang sudah berdiri dua jembatan yang sangat dimimpikan warga. Ini juga menjadi kado bahagia buat warga jelang akhir tahun 2018 ini," ucap Zubad yang juga anggota fraksi PKB DPRD Brebes itu.
Selama ini, kata dia, aktivitas warga Desa Wlahar terhambat lantaran akses jembatan. Mereka harus menggunakan perahu jukung untuk menyebrang aliran sungai pemali yang memiliki debit air yang cukup besar.
"Termasuk anak sekolah dulu harus nyebrang pakai jukung kalau berangkat sekolah. Alhamdullilah sekarang bisa lewat jembatan dan tak takut lagi dengan ancaman hanyut terbawa air sungai pemali," jelasnya.
Hal semada diungkapkan, warga Desa Wlahar lainya, Wurja yang juga anggota Komisi III DPRD Brebes. Ia menuturkan, sejak dulu warga mendambakan jembatan dalam beraktivitas sehari-hari.
Pasalnya, setiap dusun di desa itu letaknya berjauhan yang memang membutuhkan adanya jembatan. Selama ini, warga hanya bisa pasrah dalam melakukan aktivitas dengan keterbatasan akses keluar masuk desa.
"Memang warga di sini sangat membutuhkan jembatan karena setiap dusun di desa kami terbentang sungai Pemali," ucap Wurja.
Ketua Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Brebes yang juga Kasi Intel Kejari Brebes, Hardiansyah, mengatakan turut mengawal pembangunan jembatan bernilai milyaran rupiah tersebut. Diresmikannya dua jembatan di Desa Wlahar, merupakan bukti kolaborasi antara Kejaksaan dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU). "Ini bukti kerjasama antara pemerintah dalam hal ini DPU dan Kejaksaan menciptakan kolaborasi yang baik, sehingga masyarakat bisa menikmati pembangunan ini," ucap Hardiansyah. (*)
Reporter: Fajar Eko Nugroho
Editor: Muhammad Irsyam Faiz
