47 Jenis Kuliner Tradisional yang Disajikan di Wisata Pasar Slumpring Tegal
ยทwaktu baca 2 menit

TEGAL - Pasar Slumpring yang berada di Desa Cempaka, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, terus mengembangkan menu makanan tradisional. Wisata pasar di tengah kebun bambu itu kini telah menyajikan 46 jenis makanan tradisional untuk pengunjung.
Wisata Pasar Slumpring ini termasuk wisata desa yang dikembangkan dari tahun 2016. Dalam perjalannya, pengunjung wisata ini terbilang naik turun karena dampak pandemi. Namun hingga kini, pasar slumping yang dibuka setiap Minggu pagi sampai siang ini masih suka dikunjungi wisatawan dari luar kota.
"Pasar ini konsepnya alami dan ramah lingkungan, semua ornamen yang ada di sini terbuat dari bambu. Dari lokasi di bawah rindangnya pohon bambu, meja bambu, koin bambu dan lainnya. Tak hanya itu saja, disini juga menjual makanan atau jajanan tradisional khas desa," Kata Ketua Pokdarwis Desa Cempaka Abdul Hayyi pada PanturaPost, Minggu (9/1/2022).
Menurut dia, di pasar ini menyuguhkan makanan dan minuman berbahan alami. Penyajiannya juga unik, yakni menggunakan daun pisang atau tanpa bahan dari plastik.
"Lokasinya di desa, ramah lingkungan, pedagang pun menggunakan pakaian adat Jawa, makanan atau jajanan tanpa bahan kimia," terangnya.
Adapun 46 jajanan yang disediakan disini di antaranya:
Nasi jagung
Nasi ponggol
Nasi bakar
Cukit
Serabi
Tahu aci
Cetot
Awul-awul
Gablek
Sangko
Gemblong bakar
Getuk
Cenil
Tape
Blendung
Kraca
Cucur
Cadil
Klepon
Timus
Bubur sumsum
Manisan pepaya
Tahu gejrot
Ketoprak
Soto
Sate ayam
Ayam bakar
Gado-gado
Ganyong
Angkrik
Mie jawa
Mendoan
Empe-empe
Kerang
Bakwan
Rujak sayur
Rujak buah
Risol
Jalangkote/pastel
Dawet
Kelapa muda
Wedang uwuh
Bandrek
Wedang jeruk
Wedang sereh
Teh poci.
"Para pengunjung tinggal pilih mau jajan atau makan apa, uang tinggal ditukar dengan koin bambu dan menikmati suasana udara sejuk di bawah rindangnya lahan bambu di desa. Tapi, untuk saat pandemi saat ini tetap menggunakan Prokes (protokol kesehatan) ya," kata Hayyi. (*)
