5 Pemuda Jebolan Madrasah di Tegal Ciptakan Robot Pengantar Obat Pasien COVID-19

MERAWAT pasien COVID-19 memang punya resiko tertular. Hal itu memicu kreatifitas Abdul Wahab (31) pemuda asal Desa Gantungan, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Ia dan empat temannya menciptakan prototipe robot pengantar obat untuk pasien COVID-19. Dengan robot itu, mengurangi tenaga medis kontak pasien positif.
Keempat orang yang membantu Abdul Wahab menciptakan prototipe robot tersebut adalah Ahmad Maliki (21), Royan (28), Patihin (30), Nursalim (40) berhasil membuat robot. Berbekal kemampuan dalam bidang mekanik dan pemrograman aplikasi line following dengan bahasa C, ia mampu menciptakan robot tersebut, yang tentunya bisa digunakan untuk membantu tenaga medis dalam merawat pasien COVID-19.
“Sekarang memang kami baru bisa merancang robot yang bergerak menyusuri lintasan berbentuk garis. Alhamdulillah, setelah disupport Ibu Bupati," kata Abdul Wahab, Jumat (26/6).
Robot tersebut pun ia simulasikan di hadapan Bupati Tegal Umi Azizah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Wakil Direktur RSUD dr Soesilo di Pendopo Amangkurat, Pemkab Tegal. Setelah mendapatkan respon positif dari Bupati Tegal, Abdul Wahab pun bersemangat dan menyatakan akan berusaha mengembangkan robot dengan sensor lain yang mampu membaca koordinat atau virtual path tanpa harus menggunakan stiker garis yang ditempelkan di lantai.
Untuk proses pembuatan, lanjut Wahab, menghabiskan sekitar Rp 5.000.000 yang terkumpul dari patungan bersama teman-temannya. Sedangkan untuk pembuatan robot yang diberi nama "Nyong Tegal” memakan waktu sekitar satu bulan. Sengaja dirancang untuk membantu tugas tenaga medis yang menangani pasien COVID-19 di rumah sakit.
"Robot ini memang didesain berbentuk rak, agar bisa mengantar obat ke pasien COVID-19 di ruang isolasi. Kalau ide awalnya sih saat lihat di TV. Ada tayangan robot luar negeri. Dari situlah saya akhirnya mencoba membuat robot," ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Tegal Umi Azizah mengaku kagum dengan kreatifitas anak-anak muda asal Jatinegara yang dimotori Abdul Wahab, seorang santripreneur yang hanya berpendidikan Madrasah Ibtidaiyah atau tidak lulus pendidikan SMP. Pasalnya, robot yang dilengkapi dengan sensor pengambilan obat dan pesan suara ini memudahkan pasien mengambil obatnya.
"Saya sangat berharap prototipe robot ini secepatnya bisa dikembangkan agar semakin layak saat digunakan sebagai alat bantu rumah sakit dalam mengurangi kontak pasien positif COVID-19 dengan para petugasnya,"kata dia.
Meski masih berupa prototipe dan perlu proses untuk penyempurnaannya, namun Umi merasa senang dan bangga dengan karya kreatif anak-anak muda asal Dukuh Asem Desa Gantungan Kecamatan Jatinegara ini. "Saya minta robot ini bisa langsung diujicobakan di RSUD dr Soeselo untuk kemudian dievaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya, yaitu tenaga medis rumah sakit,” pintanya. (*)
