Aksi Pemuda di Tegal Salurkan Air Bersih di Desa-desa yang Kekeringan

TEGAL - Para pemuda dari Desa Kedawung, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa yang masih mengalami kekeringan. Antara lain Desa Suniarsih Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal dan Desa Gambuhan Kecamatan Pulosari, Pemalang. Kedua desa tersebut saling berdekatan karena berada di lereng Gunung Slamet.
Para pemuda itu mengangkut air bersih dengan 2 mobil pikap yang berisi 4 toren air. Masing-masing toren memiliki kapasitas isi 1.050 liter.
"Kemarau panjang masih terjadi di sejumlah desa Kabupaten Tegal dan Pemalang. Warga di sana masih susah mendapatkan air bersih," kata Pajar, salah satu pemuda yang ikut menyalurkan air bersih, Jumat (15/11/2019).
Masyarakat di Desa Suniarsih dan Desa Gambuhan, kata dia, mengambil dari sungai atau mata air dengan menggunakan alat pompa Kintel. Tapi dengan kemarau panjang, sungai surut, pompa pun banyak yang macet.
Adapun bantuan air tersebut diambil dari Sungai Balekambang yang ada di Desa Suniarsih. Para pemuda tersebut menyediakan mesin pompa untuk mengambil air. Menurut Pajar, kegiatan ini sudah berajalan selama 17 hari.
"Kita harus bantu pada warga yang susah air bersih, kita beribadah apa yang kita bisa untuk masyarakat desa lain," ucap Pajar.
Pajar mengungkapkan, para pemuda di desanya prihatin dengan kondisi warga yang harus mandi dan mencuci di sungai. Padahal, jarak dari rumah warga ke sungai cukup jauh.
"Kami turut bersyukur ada yang mau membantu warga untuk menyalurkan air bersih," katanya.
Selain pembagian langsung ke masyarakat, air bersih juga disalurkan untuk mengisi bak penampungan air pada fasilitas pendidikan dan ibadah. Seperti SD, SMP, bumi perkemahan, Masjid.
"Dalam sehari kami bisa mengirim air bersih sebanyak 10-14 kali dengan satu mobil berisi 4 toren air. Dari pukul 07.00 WIB sampai 17.00 WIB," ucap Pajar.
Sementara itu salah satu warga Desa Gambuhan Watri mengucapkan terimakasih atas batuan yang diberikan para pemuda tersebut. Menurut dia, kalau tidak ada air bersih, warga bingung melakukan aktivitas sehari-hari. Mereka harus cari-cari ke rumah yang ada simpanan air.
"Dengan ada bantuan dari pemuda ini secara gratis setiap hari, kami di rumah bisa bisa masak bisa minum serta bisa mandi," ujar Watri. (*)
