Kumparan Logo
Konten Media Partner

Alun-alun Brebes Ditutup Selama PPKM Darurat, PKL Kehilangan Penghasilan

PanturaPostverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Alun-alun Brebes ditutup selama PPKM Darurat. (Foto: Fajar Eko Nugroho/PanturaPost)
zoom-in-whitePerbesar
Alun-alun Brebes ditutup selama PPKM Darurat. (Foto: Fajar Eko Nugroho/PanturaPost)

BREBES - Pelaksanaan PPKM Darurat di Brebes membuat pemerintah menutup alun-alun setempat. Dampaknya, ratusan pedagang kali lima (PKL) di Alun-alun Brebes kehilangan penghasilan.

Mereka dilarang berjualan dari 3 hingga 20 Juli mendatang. Akibatnya, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka terpaksa utang sana sini di toko sembako.

Ketua Paguyuban PKL Pendopo Sejahtera Ahmad Jazuli mengatakan, jumlah PKL di kawasan Alun-alun Brebes yang berjualan sore hingga malam hari jumlahnya 135 pedagang. Mereka kini menganggur karena dilarang berjualan. Sementara mereka menggantungkan hidup dengan berjualan di lokasi tersebut.

"Untuk kebutuhan sehari-hari kami rata-rata bon di warung atau mencari utangan. Ada sekitar 95 persen PKL menganggur total karena dilarang berjualan. Sisanya berjualan keliling, seperti pedagang siomay, buah, bakso, batagor, dan lainnya yang pakai gerobak," kata Ahmad Jazuli, Rabu (7/7/2021).

Menurut dia, dilarangnya berjualan berdampak pada sumber penghasilan yang terhenti. Di sisi lain, para PKL harus tetap membayar penitipan barang dagangan. Mereka harus membayar jasa penitipan Rp100 ribu per bulan.

"Kami manut dengan pemerintah tapi harus diberi kompensasi sebab tidak ada penghasilan lagi. Kami juga sempat menyampaikan ke Dinkopumdag dan katanya akan diusulkan ke Pemda," jelasnya.

Alun-alun Brebes ditutup selama PPKM Darurat. (Foto: Fajar Eko Nugroho/PanturaPost)

Jika tidak ada kompensasi, maka para PKL ini meminta agar ada alternatif di antaranya meminta kelonggaran agar diperbolehkan berjualan sebelum tanggal 20 Juli, serta diperbolehkan berjualan sampai pukul 22.00 WIB. Sebab, meskipun berjualan, penghasilan mereka juga turun drastis hingga lebih dari 50 persen selama pandemi COVID-19.

"Selama pandemi, paling banter dapat Rp 70 ribu sampai Rp 150 ribu per hari. Tapi kalau ditutup seperti ini jelas penghasilan berhenti. Dulu waktu sebelum pandemi kami buka dari jam 3 sore sampai jam 3 pagi. Pandemi sampai jam 10 malam. Waktu PPKM Mikro sampai jam 8 malam. Penutupan alun-alun ini juga sebelumnya tidak ada woro-woro," ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Dinkopumdag) Brebes, Maryono saat dikonfirmasi mengatakan, hingga saat ini belum ada kebijakan terkait nasib PKL, imbas dari penutupan Alun-alun Brebes. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemkab Brebes.

"Kemarin ketua paguyuban memang menyampaikan ke saya, nanti saya mau coba koordinasi dengan Pak Sekda," kata Maryono. (*)