Kumparan Logo
Konten Media Partner

Banjir di Kabupaten Tegal Meluas, 10 Kecamatan Terendam

PanturaPostverified-green

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Banjir di Kabupaten Tegal meluas, Minggu (16/1/2020). (Foto: Dok PMi)
zoom-in-whitePerbesar
Banjir di Kabupaten Tegal meluas, Minggu (16/1/2020). (Foto: Dok PMi)

TEGAL - Banjir yang merendam empat kecamatan di Kabupaten Tegal sejak Sabtu (25/1), kini meluas menjadi 10 kecamatan. Hingga Minggu (26/1), ratusan rumah di sejumlah desa masih tergenang banjir. Ratusan warga pun terpaksa mengungsi.

Berdasarkan laporan yang masuk ke PMI setempat, banjir terjadi di Kecamatan Warureja, meliputi Desa Sidamulya, Kreman, Kesemen, Kedungjati dan Banjaragung. Kedua di Kecamatan Suradadi yakni di Desa Sidaharja dan Jatimulya. Ketiga di Kecamatan Adiwerna meliputi Desa Tembok Banjaran, Tembok Lor dan Penarukan. Keempat di Kecamatan Dukuhturi, yakni di Desa Dukuhturi dan Pepedan dan Kepandean. 

Kemudian kelima di Kecamatan Lebaksiu yakni di Desa Yamansari dan Kesuben. Keenam di Kecamatan Slawi yakni di Kelurahan Slawi Kulon. Lalu ketujuh di Kecamatan Kramat yakni di Kelurahan Dampyak dan Desa Plumbungan. Delapan di Kecamatan Pangkah yakni di Desa Penujah. Sembilan di Kecamatan Kedung Banteng, yakni di Desa Semedo. Sedangkan yang terakhir di Kecamatan Jatinegara, yakni di Desa Wotgalih.

Banjir di Kabupaten Tegal meluas, Minggu (16/1/2020). (Foto: Dok PMi)

Jumlah warga Kelurahan Damyak, Kecamatan Kramat yang mengungsi di masjid setempat sebanyak 850 jiwa. Sedangkan untuk Desa Tembok Banjaran dan Tembok Lor, Kecamatan Adiwerna, lebih dari 100 jiwa.

"Itu sesuai laporan yang masuk di Markas PMI. Tapi saat ini mayotitas sudah surut," Kata Kepala Markas PMI Kabupaten Tegal, Sunarto.

Sementara itu, di Kecamatan Dukuhturi, air banjir mulai masuk ke rumah warga sekitar pukul 02.00 WIB Minggu (26/1). Warga yang tertengah tertidurpun terbangun dan berusaha menyelamatkan barang barang.

Waega Kabupaten Tegal mengungsi di masjid karena banjir. (Foto: Dok. PMI)

"Banjir mulai masuk rumah jam 2 dinihari. Banyak kok rumah yang terendam. Jalan lumpuh enggak bisa dilewati kendaraan," Kata Warga Pepedan, Tati (45).

Menurutnya, ketinggian air mencapai 50 sentimeter, merendam akses jalan desa dan pemukiman. Akibatnya, aktivitas warga yang akan bekerja maupun ke pasar terganggu. "Ya karena banjir akhirnya gak jadi ke pasar, jalannya kan banjir gak bisa dilewati motor," katanya.

Salah seorang anggota BPBD Kabupaten Tegal, Mohamad Wisnu Imam, mengatakan di sejumlah desa, banjir sudah mulai surut. "Seperti di desa Sidaharja, sekarang air sudah surut. Aktivitas warga mulai membersihkan rumah," katanya. (Syaifullah)