Banyak Lubang di Jalur Pantura, Pengendara Diimbau Hati-hati

Konten Media Partner
27 Maret 2019 17:11 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kerusakan Jalan Pantura Cimohong, Bulakamba, Brebes. (Foto: Fajar Eko Nugroho)
zoom-in-whitePerbesar
Kerusakan Jalan Pantura Cimohong, Bulakamba, Brebes. (Foto: Fajar Eko Nugroho)
ADVERTISEMENT
BREBES - Para pengendara yang melintas di Jalur Pantura dari Brebes hingga Tegal diimbau untuk berhati-hati. Sebab, banyak lubang jalan di ruas jalan nasional tersebut dan dapat membahayakan keselamatan pengendara terutama kendaraan bermotor.
ADVERTISEMENT
"Dengan banyaknya jalan yang berlubang di Pantura Brebes, diharapkan masyarakat untuk waspada karena memang sangat membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor," ucap Kapolres Brebes, Aris Supriyono, Rabu (27/3).
Sebagai informasi, sejumlah titik di Jalur Pantura Brebes-Tegal berlubang setelah diguyur hujan dalam beebrapa hari terakhir ini. Salah satu ruas yang cukup parah adalah di ruas Cimohong, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes. Kerusakan jalan di sana cukup parah karena ada limpasan air dari saluran irigasi yang tersumbat.
Selain itu, di beberapa titik di Jalan Pantura Losari. Di sana, banyak ditemukan lubang dan jalan yang bergelombang. Kemudian di Ruas Kaligangsa perbatasan Kota Tegal dan Brebes juga mengalami kerusakan.
Kanit Lakalantas Polres Brebes Iptu Suratman menyebut, jika lubang di jalan Pantura Brebes, menjadi satu faktor meningkatnya kecelakaan lalu lintas. Baik yang menimbulkan korban meninggal dunia maupun luka-luka. Di sisi lain, ketika malam hari tiba dengan minimnya penerangan juga menjadikan kecelakaan sering terjadi, karena jarak pandang menjadi terbatas.
Jalan rusak dan bergelombang di Jalan Pantura Cimohong, Brebes. (Foto: Fajar Eko Nugroho)
"Kalau malam hari, jarak pandang pengendara pasti terganggu, karena minimnya penerangan apalagi ditambah sama kondisi jalan yang berlubang," ucap Suratman.
ADVERTISEMENT
"Memang bisa kita identifikasi kecelakaan lebih disebabkan jalan yang berlubang dan ketika pengendara menghindar jalan berlubang itu sering terjadi kecelakaan dan kita berharap pengguna jalan harus berhati-hati," tambahnya.
Perbaikan Berkala
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) jalan nasional Brebes-Tegal, Bina Marga Wilayah 1 Jawa Tengah, Yudi Harto Suseno mengatakan, pihaknya terus berupaya melakukan penanganan maksimal memperbaiki jalan yang berlubang di sepanjang jalur pantura Brebes - Tegal hingga perbatasan Pemalang.
"Kita sudah melakukan penanganan secara maksimal dengan menerjunkan lima tim. Hari ini kita menambah dua tim, jadi total menjadi tujuh tim. Mereka bertugas menutup lubang jalan menggunakan aspal," ucap Yudi Harto Suseno.
Tujuh tim yang diterjunkan, kata dia, secara berkala terus menutup jalan hingga tuntas. "Sebelum ditutup lubang, kita sudah membuat tanda awal dengan melingkari lubang jalan dengan menggunakan cat. Dan juga, kita juga kasih rambu - rambu awas jalan berlubang," beber dia.
ADVERTISEMENT
Yudi menyebut, beberapa faktor penyebab kerusakan jalan pantura lantaran cuaca yang tak menentu.
"Jadi pertama itu, faktor cuaca terutama turunya hujan yang enggak pasti. Kedua faktor tonase kendaraan yang berlebih itu yang menjadi musuh utama jalan pantura. Karena kalau ada genangan hujan ditambah tonase kendaraan yang berlebih," pungkasnya.
Reporter: Fajar Eko Nugroho
Editor: Irsyam Faiz