Pencarian populer
PUBLISHER STORY

Banyu Pulang Kampung Tanpa Sambutan Istimewa

Banyu diapit oleh kedua orang tuanya di kampung halaman. (foto: Bentar)

TEGAL - Banyu Tri Mulyo, atlet tenis meja peraih medali perak dan perunggu di Asian Para Games di Jakarta, Senin (15/10) dini hari, sampai di kampung halaman di Desa Dukuhsalam Kecamatan Slawi Kabupaten Tegal.

Tidak ada sambutan istimewa. Sang juara naik kereta sendirian dari Solo. Sampai stasiun Tegal, Senin dini hari. Dan melanjutkan perjalanan menuju rumahnya dengan taksi online.

“Saya dah terbiasa sendiri. Jadi ga masalah,” ucap Banyu saat ditemui panturapost.com di rumahnya, Senin malam.

Banyu menceritakan, ia pulang dengan kontingen Jawa Tengah. Dari Jakarta, Minggu (14/10), pukul 15.00 bersama rombongan kontingen Pelatnas solo. Tiba di Bandara Internasional Adi Sumarmo sekitar pukul 16.45 WIB.

“Agak telat dikit. Ada delay,” ujarnya.

Para kontingen Jawa Tengah Pelatnas Solo disambut Dinpora Jawa Tengah. Kemudian dilanjutkan bincang-bincang di PPLP Jawa Tengah. “Setelah berbincang-bincang, sekitar jam 20.00, saya menuju stasiun Balapan Solo. Pulang ke Tegal,” tutur dia.

Banyu pulang dari Solo sendiri naik kereta. Tiket disediakan oleh Pelatnas Solo. Sekitar pukul 00.00 WIB, Banyu sampai di stasiun Tegal. Kemudian ia naik taksi online untuk menuju rumahnya, di Desa Dukuhsalam.

"Saya sudah lama ga pulang kampung karena sibuk di Pelatnas solo. Kini alhamdulillah saya bisa pulang. Rindu sama keluarga dan ibu. Dan mau mengurus surat-surat buat CPNS Menpora," kata Banyu.

Sampai di rumah sekitar pukul 01.00 lebih. Ia disambut kakaknya yang sudah menunggu. Keluarga lainnya sudah tidur. Tidak lama kemudian, bapaknya, Siswondo, tiba di rumah setelah keluar ada urusan.

“Ga ada sambutan apa pun. Cuma ada sambutan Dinpora Jawa Tengah di bandara saat turun dari pesawat,” tutur Siswondo.

“Banyu pulang sebentar karena mau mengurus surat-surat buat persiapan CPNS. Besok juga dah berangkat lagi ke Jakarta,” tambahnya.

Siswondo sangat bangga dengan prestasi yang didapat oleh Banyu di Asian Para Games. Dan Banyu bisa pulang ke rumah. Meski tidak ada sambutan apa pun di Kabupaten Tegal.

“Enam tahun Banyu selalu ikut kejuaran nasional dan internasional dan selalu mendapat medali. Ga ada satu ucapan apa pun dari Kabupaten Tegal. Tapi alhamdulillah, saat ini ada ucapan selamat. Kabarnya ada banner ucapan selamat dipasang di pinggir jalan. Saya ucap kan terima kasih,” ujar Siswondo.

Kegembiraan juga terpancarkan dari raut wajah ibunda Banyu, Taningsih. "Alhamdulillah, saya seneng Banyu dah pulang sampe rumah dengan selamat dan sehat. Dan membawa medali perak dan perunggu. Saya banga punya anak seperti Banyu. Semoga Banyu selalu diberi kesehatan dan semangat terus dalam mengejar cita-citanya, dan meneruskan kuliah dengan modal dari tenis meja,” ujar Taningsih.

Kini Banyu sudah memroses untuk menjadi CPNS sebagai bonus dari pemerintah. “Semoga Banyu bisa mendapatkan yang terbaik di karirnya. Kemungkinan Banyu jadi CPNS di DKI Jakarta,” pungkas Siswondo. (*)

Reporter : Bentar

Editor : Muhammad Abduh

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember 2017 · · ·
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.60