Kumparan Logo
Konten Media Partner

Bendungan Notog Dibuka, 25.180 Hektare Sawah di Brebes Teraliri

PanturaPostverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bendungan Notog Dibuka, 25.180 Hektare Sawah di Brebes Teraliri
zoom-in-whitePerbesar

Bendung Notog dibuka, Sabtu, 1 Desember 2018. (Foto: Fajar Eko Nugroho)

BREBES - Ribuan petani di sembilan kecamatan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kini mulai bernapas lega menyusul dibukanya Bendungan Notog, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, pada Sabtu (1/12). Bendungan ini dibuka setelah rampungnya proyek normalisasi daerah aliran Sungai Pemali.

Sebelumnya, daerah irigasi Sungai Pemali ditutup karena pengerukan sedimentasi pada Agustus 2018. Kini setelah dinormalisasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pemali-Juana sungai tersebut dapat mengalir kembali.

Bupati Brebes, Idza Priyanti, mengatakan Bendungan Notog selama ini menjadi sumber irigasi bagi sawah di Brebes. Dia berharap pembukaan bendungan itu mampu mengangkat sektor pertanian, sehingga ketahanan pangan, baik padi, bawang merah, dan palawija, dapat melimpah.

"Normalisasi dan pembangunan infrastruktur sumber daya air Sungai Pemali merupakan upaya untuk mencapai ketahanan air dan kedaulatan pangan," ucap Idza, Sabtu (1/12).

Saluran irigasi Sungai Pemali yang dinormalisasi dan direvitalisasi itu melintas di Kabupaten Tegal dan Brebes. Proyek yang digarap dari 2017 itu mengeruk sedimen berupa pasir dan tanah serta memasang beton di pinggir sungai.

Proyek tersebut dikerjakan beberapa paket dengan biaya mencapai lebih dari Rp 200 miliar. Namun untuk 2018, anggarannya hanya setengahnya yaitu Rp 100 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Tata Ruang (PSDA-TR) Kabupaten Brebes, Agus Ashari, menjelaskan penyaluran air dari Bendungan Notog dapat mengaliri lahan pertanian hingga seluas 25.180 hektare.

"Ada lahan 25.180 hektare tanah pertanian di 9 kecamatan di Brebes yang dialiri bendung irigasi Notog ini," ucap Agus.

Agus mengatakan dari enam pintu bendungan saat ini baru dua pintu yang dibuka, sedangkan pintu lainnya akan dibuka secara bertahap. Menurutnya Bendungan Notog dapat mengaliri 20 ribu liter air per detik, sehingga debit air yang tersedia dapat dimanfaatkan banyak petani bagi saluran irigasi.

"Jadi untuk alasan keamanan, khawatir tanggul jebol, dua pintu air dibuka dulu. Nantinya, bertahap pintu lain baru dibuka," ungkap Agus.

Pemerintah akan kembali melakukan proyek normalisasi untuk penyempurnaan pembangunan saluran irigasi Pemali pada 2019.

Pada 2019, kata dia, pemerintah kembali melakukan proyek normalisasi untuk penyempurnaan pembangunan saluran irigasi Pemali. Untuk itu, kata Agus, Dinas PSDA-TR sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana.

"Karena memang penyempurnaan revitalisasi masih mungkin dilakukan. Dan juga pemerintah pusat masih bisa menyiapkan anggaran untuk penyempurnaan revitalisasi dan normalisasi aliran Sungai Pemali," ungkapnya.

Agus berpendapat masih banyak titik yang perlu disempurnakan, baik di aliran sungai irigasi utama Pemali maupun di daerah aliran irigasi sungai yang mengarah ke Pemali. "Nanti yang disempurnakan di wilayah tengah menuju ke Pantura sana," pungkasnya.

Reporter: Fajar Eko Nugroho

Editor: Muhammad Irsyam Faiz