Kumparan Logo
Konten Media Partner

Bocah 3,5 Tahun asal Bogor Naik Gunung Slamet dalam Pendakian ke-20

PanturaPostverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jasmine Almahyra Rinjani saat mendaki Gunung Slamet bersama orang tuanya melalui jalur Permadi Guci. (foto istimewa)
zoom-in-whitePerbesar
Jasmine Almahyra Rinjani saat mendaki Gunung Slamet bersama orang tuanya melalui jalur Permadi Guci. (foto istimewa)

SETIAP menjelang akhir pekan atau libur panjang, Gunung Slamet didaki oleh ratusan orang dari berbagai daerah. Mayoritas mereka adalah anak muda dengan stamina yang masih prima serta orang tua yang masih kuat mendaki. Bahkan keluarga muda pun mengajak anaknya mendaki gunung tertinggi di Jawa Tengah dengan ketinggian 3428 MDPL (Meter Di atas Permukaan Laut ) itu.

Seperti pasangan suami istri, M. Afdhal (31) dan Ully Tria (30) yang mengajak putrinya, Jasmine Almahyra Rinjani, yang baru berusia 3 tahun 10 bulan. Keluarga muda asal Bogor, yang kini tinggal di Cikarang, Jawa Barat itu mendaki pada akhir pekan kemarin (18/9/2021) melalui jalur Permadi Guci Tegal dan turun pada hari Minggu (19/9/2021).

Jasmine tubuhnya boleh kecil dan mungil, tapi semangat dan stamina patut dibilang luar biasa. Karena dari setiap pos yang ada di Gunung Slamet, Jasmine berjalan.

"Gunung Slamet ini yang ke-20 buat Jasmine. Tetapi, pendakian kali ini hanya sampai di pos 5 atau di Watuireng, tepatnya di bawah puncak. Cuaca ga mendukung atau berkabut dan ngejar waktu, makanya gagal ke puncak," tutur Ully Tria pada panturapost, Selasa (21/9/2021).

"Saat pendakian Gunung Slamet, Jasmine jalan dari base camp sampai pos 3. Di pos 3 menuju pos 4 harus digendong karena hujan dan sudah menjelang malam," tambahnya.

Ia mengatakan, walaupun gagal ke puncak tertinggi di Jawa Tengah, tidak memutus semangat Jasmine. " Insyaallah entar mau (diulang) lagi ke Slamet, nunggu cuaca cerah dan tidak musim hujan, biar lebih enak. Tapi kayanya tahun depan ke Slametnya. Soalnya mau ke atap Jawa Barat dulu," terangnya.

Menurut Ully Tria, awalnya Jasmine mendaki itu cuma coba-coba buat pengenalan ke alam pada umur 7 bulan. Tapi ternyata awal dari situ Jasmine nyaman dan tidak rewel sama sekali. Makanya Jasmine suka diajak ke gunung yang pendek-pendek dulu. Setelah itu baru ke gunung-gunung yang tingginya 1000 MDPL ke atas.

"Waktu masih belum bisa jalan, pas naik gunung kita gendong-gendong. Tapi setelah dia belajar jalan sampai bisa jalan sendiri, ya jalan sendiri. Tapi ga full jalan kaya sekarang. Sekarang dia udah gede. Udah agak ngerti lah dibilangin. Kalau masih kecil belum tau mana jalanan yang bagus dan jalanan yang rusak, main terjang aja,” kata dia.

Gunung yang udah didaki oleh Jasmine yaitu, Gunung Sikunir, Gunung Batu, Gunung Lembu, Gunung Bongkok, Gunung Prau, Gunung Kencana, Gunung Sindoro, Gunung Bendera, Gunung Kuta, Gunung Gede, Gunung Salak, Gunung Laya, Gunung Kembang, Gunung Parang, Gunung Burangrang, Gunung Cikuray, Gunung Pangrango, Gunung Lawu, Gunung Guntur dan Gunung Slamet.

"Kalau asal-usulnya, ayah Jasmine itu tidak suka mendaki. Sebelum menikah, saya yang suka mendaki. Berhubung waktu itu saya hamil 2 bulan dan pengin (ngidam) ke Gunung Gede jadi ayah Jasmine nemenin saya. Mulai dari situ sampai sekarang ayah Jasmine jadi ikut terus tiap kita mau mendaki," bebernya. (*)