Cerita Satu Keluarga Asal Brebes Wisuda Bersama di Kampus yang Sama

BREBES - Kisah inspiratif datang dari satu keluarga yang terdiri bapak, ibu, dan satu anak asal Bumiayu, Brebes. Ketiganya menyelesaikan studi dan wisuda dalam waktu yang bersamaan di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).
Mereka adalah Muhammad Daswalidin, Heni Mei Deviyani dan putri sulungnya Aniestria Ahshaina Aghnat. Mereka diwisuda bersamaan saat acara Wisuda Magister, Sarjana, dan Ahli Madya Ke-66 UMP, Kabupaten Banyumas. Adapun Prosesi wisuda bersama ratusan wisudawan itu dilakukan di lapangan Mas Mansoer, Kampus I UMP.
"Alhamdulillah kemarin (Sabtu, 6/3/2021) bisa melaksanakan prosesi wisuda dengan baik dan lancar. Kami merasa bersyukur pada Allah SWT dan berbahagia karena kami satu keluarga dapat mencapai target pendidikan," kata Muhammad Daswalidin, Kamis (11/3/2021).
Daswalidin mengatakan, dia lulus dari Magister Manajemen dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,7. Sedangkan istrinya lulus dari Magister Pendidikan Dasar dengan IPK 3,9 sehingga mendapat predikat cumlaude. Sementara itu, putrinya lulus Sarjana Farmasi dengan IPK 3,17.
Terkait dengan perjuangan dalam menyelesaikan studi, dia mengaku memilih UMP karena perguruan tinggi Muhammadiyah itu memberikan keringanan biaya berupa beasiswa kader bagi dirinya dan istri.
"Kami dapat beasiswa kader dari Muhammadiyah untuk kuliah di UMP. Sehingga kami dapat melaksanakan kegiatan perkuliahan dengan maksimal, dan Alhamdulillah dapat lulus bersama," katanya.
Daswalidin sendiri kini aktif menjadi guru di SMK Muhammadiyah Bumiayu. Sedangkan istrinya, juga menjadi guru di SD Negeri Kranggan, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas.
Heni Mei, sang istri, mengaku senang dapat menyelesaikan pendidikan sesuai target waktu yang telah ditetapkan bersama. "Alhamdulillah saya dan suami dapat menyelesaikan program pascasarjana tepat waktu selama dua tahun. Sedangkan putrinya menyelesaikan program sarjana selama empat tahun," ungkapnya.
Ia menceritakan, kunci keberhasilannya adalah tidak mudah menyerah. Motivasi tersebut untuk memacu semangat selama kuliah. "Kami saling menyemangati. Ketika mengerjakan, sendiri-sendiri dan saling berbagi," kata dia.
Sementara itu, Aniestria Ahshaina Aghnat mengaku terkesan karena bisa diwisuda bersama dengan kedua orang tuanya.
"Pastinya, momentum yang sangat langka, yang tidak semua orang mungkin bisa merasakan wisuda bersama," kata sulung dari tiga bersaudara itu.
Ke depan ia yang baru menyelesaikan Sarjana Farmasi, berencana menempuh pendidikan profesi apoteker. Ia pun kelak bercita-cita bisa berwirausaha secara mandiri. (*)
Editor: Irsyam Faiz
