Curah Hujan Tinggi, Status Sungai Pemali Brebes Waspada

Kondisi sungai pemali pagi ini, Kamis, 8 Februari 2018. (Foto: Yunar Rahmawan)
BREBES - Sejak tiga hari terakhir, curah hujan di wilayah Brebes terbilang tinggi. Termasuk di wilayah selatan Brebes, yang mengakibatkan sungai Pemali dalam kondisi waspada. Hal ini dikarenakan, debit air di wilayah selatan sudah meningkat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Brebes menginformasikan, sejak Rabu, 7 Februari 2018 pukul 23.00 WIB, bendung Notog sudah di angka 2,90 meter sehingga warga di sekitar wilayah sungai Pemali harus waspada.
"Diperkirakan, air sampai Pemali Brebes pukul 3.00-4.00 WIB" jelas Kepala BPBD Brebes Eko Andalas Rabu malam, 7 Februari 2018.
Menyikapi hal itu, Camat Brebes Eko Purwanto, Kamis pagi pukul 05.30 mengecek kondisi terkini sungai Pemali. Menurutnya sungai Pemali pagi ini waspada. "Semalam pal meter sebelah utara Pemali masih warna biru dan pagi ini sudah kuning pada angka 630, ini berarti waspada,” kata Eko kepada Panturapost.id di Tanggul Sungai Pemali, Kamis pagi.

Sejak ada informasi dari BPBD, Eko memang sudah langsung menginstruksikan seluruh jajarannya untuk waspada. "Dari semalam sudah berjaga-jaga dan piket, baik kepala desa maupun aparat sudah saling berkoordinasi di beberapa titik, seperti Terlangu, Pulosari dan tanggul Tengki,” jelas Eko.
Usai menilik jembatan Pemali, Eko langsung bertolak ke tanggul Tengki. Disana ia melihat beton penahan tanggul yang hampir lepas itu sudah terendam air sungai. "Warga di sini sudah waspada dan bisa kita lihat, mereka tetap memonitor kondisi tanggul,” ucap Camat Brebes yang berada di atas tanggul Tengki bersama warga.
Eko Purwanto berharap, curah hujan menurun, sehingga tidak ada air kiriman dari selatan. "Semoga di selatan tidak hujan deras, sehingga kondisi Pemali kembali normal," pungkasnya.
Reporter: Yunar Rahmawan
Editor: Muhammad Irsyam Faiz
