Kumparan Logo
Konten Media Partner

Debit Air Sungai Pemali Tinggi, Warga Brebes Makin Ketar-ketir

PanturaPostverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Debit Air Sungai Pemali Tinggi, Warga Brebes Makin Ketar-ketir
zoom-in-whitePerbesar

Debit Sungai Pemali meningkat setelah mendapat banjir kiriman dari Brebes Selatan.

BREBES - Debit air di Sungai Pemali Kabupaten Brebes, sejak Kamis malam 15 Februari 2018 sekitar pukul 23.00 WIB terpantau cukup tinggi. Hal itu terlihat pada pal ketinggian yang menunjukkan ketinggian permukaan air sungai berada pada posisi warna kuning.

Hujan yang deras yang mengguyur wilayah Brebes bagian Selatan, seperti di Kecamatan Paguyangan, Sirampog, Bantarkawung dan Salem membuat hampir semua sungainya berdebit tinggi. Sungai-sungai tersebut bermuara di Pemali. 

Kondisi tersebut membuat Sungai Pemali di Brebes utara mengalami lonjakan level yang cukup signifikan. Hingga Jum'at pagi, 16 Februari 2018, pal ketinggian sudah mencapai warna merah menunjukkan angka 675.

Debit Air Sungai Pemali Tinggi, Warga Brebes Makin Ketar-ketir (1)
zoom-in-whitePerbesar

Tugu penanda menunjukkan ketinggian air Sungai Pemali naik ke level waspada.

Inilah yang membuat hampir semua warga Brebes di pantura merasa khawatir jika terjadi banjir susulan. Pasalnya, air luapan sungai Pemali yang mengakibatkan banjir beberapa waktu lalu saja masih merendam rumah warga.

Sebagai bentuk kewaspadaan, banyak warga Brebes yang berbondong-bondong ke Jembatan Pemali. Mereka ingin menyaksikan ketinggian Sungai terbesar di Brebes itu.

Salah satu warga Kelurahan Pasarbatang, Nizam (30) mengatakan, hasil pantauannya akan dibagikan kepada keluarganya. "Udah khawatir, barangkali tanggul di Desa Tengki jebol, karena Pemali sudah tinggi, jadi saya ke sini, saya foto dan saya bagikan di group WA." Terangnya.

Debit Air Sungai Pemali Tinggi, Warga Brebes Makin Ketar-ketir (2)
zoom-in-whitePerbesar

Warga memantau debit Sungai Pemali, Jumat pagi, 16 Februari 2018.

Lain halnya dengan Faisal (25), warga Kauman ini ingin memastikan kondisi Pemali karena rumahnya dekat dengan bantaran. "Kalau sudah tinggi seperti ini, bisa dipastikan daerah saya banjir karena rembesan dari tanggul Pemali." Ungkapnya.

Selain di Jembatan Pemali, warga juga memadati tanggul kritis di Desa Tengki. Namun, adanya garis pembatas polisi pada titik rawan tersebut membuat warga tidak bisa mendekat. Akhirnya mereka mencari titik pantau di sekitar itu.

Melihat status Pemali, Camat Brebes Eko Purwanto juga meninjau kondisi Tanggul Tengki tersebut. "Jika dibandingkan dengan hari Senin kemarin, ini lebih rendah mas, tapi kita tetap waspada, mudah-mudahan tidak banjir lagi," harapnya.

Debit Air Sungai Pemali Tinggi, Warga Brebes Makin Ketar-ketir (3)
zoom-in-whitePerbesar

Kondisi tanggul Sungai Pemali di Desa Tengki yang semakin kritis.

Danramil Brebes Kapten Inf. Nurhadi juga menyempatkan diri meninjau kondisi Tanggul. "Dari semalam sudah berjaga-jaga, ini sudah antisipasi sebelumnya oleh warga ditambah karung tanah, semoga aman dan kami himbau masyarakat Brebes jangan panik, cek dulu baru ngShare," tuturnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Brebes dilanda banjir akibat luapan sungai Pemali yang berada di Desa Terlangu, dari kejadian tersebut, warga selalu waspada kalau terjadi banjir susulan.

Reporter/foto: Yunar Rahmawan

Editor: Muhammad Irsyam Faiz