Dinkes Brebes Periksa Kesehatan Mahasiswa yang Pulang dari Cina

BREBES - Muhammad Isy Azka (22) seorang mahasiswa asal Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes belum lama pulang dari Cina. Untuk antisipasi penyebaran virus Corona, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Jatibarang mengecek kesehatannya.
Kepala Puskesmas Jatibarang, dr Apriono mengatakan, pemeriksaan kesehatan Azka sebagai langkah antisipasi terhadap penyebaran virus corona di Brebes.
"Kedatangan kami ke rumah Azka sebagai upaya antisipasi saja. Jangan sampai ada penyebaran virus corona di Brebes. Karena yang bersangkutan baru pulang dari Cina. Saat ini di Cina sedang mewabah serangan virus corona," ucap Apriono, Kamis 30 Januari 2020.
Pemeriksaan dilakukan dengan pengecekan suhu tubuh dan wawancara secara langsung terkait aktifitas Azka selama di China. Dari hasil pemeriksaan suhu tubuh diketahui suhu badan Azka dalam kondisi normal yakni 36,4 derajat celcius. Selanjutnya tidak ada tanda-tanda atau indikasi dia terserang virus mematikan tersebut.
"Ya kalau dilihat dari pemeriksaan secara fisik yakni suhu tubuh, kondisi Azka tidak terpengaruh virus corona. Suhunya normal, 36,4 derajat celcius. Sementara kalau yang terpapar virus suhunya akan naik," jelasnya.
Sedangkan dari hasil wawancara diperoleh keterangan bahwa Azka tidak berada di daerah endemis virus. Kepada petugas Azka mengaku tidak pernah melakukan kontak fisik dengan penderita.
Azka merupakan mahasiswa Fulzhu University semester empat. Dia kuliah di Fakultas International Economic atas beasiswa pemerintah Cina. Kampus itu dengan wilayah Wuhan berjarak sekitar 922 kilometer.
"Saya kira kondisi kesehatannya normal dan aman. Apalagi Azka pulang pada 20 Januari lalu sebelum penyebaran virus ini meluas. Dia sudah sampai di Jakarta saat bandara belum ditutup," ungkapnya.
Rencana Kembali ke Cina Bulan Maret 2020
Azka mengaku tak keberatan dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas. Menurutnya, pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas wajar demi menghindari penyebaran virus corona di Indonesia, khususnya di Kabupaten Brebes.
Ia menyebut, penyebaran virus itu menjadi kekhawatiran semua orang. Pasalnya, dampak yang akan dialami ketika terkena virus corona tersebut.
"Tadinya sih mau jalan-jalan di Cina selama liburan winter ini. Tapi orang tua meminta supaya pulang ke Brebes. Saya sendiri sudah kuliah 4 tahun di Cina di Universitas Fulzhu," ucap Azka.
Ia menuturkan, pulang ke Indonesia pada 19 Januari 2020 pukul 08.45 waktu setempat. Saat itu, dari Fuzhou transit di Hongkong jam 12.00 waktu setempat kemudian terbang ke Indonesia dan tiba pada hari Selasa, 20 Januari pukul 04.40 WIB.
"Saya pulang ke Indonesia untuk liburan musim dingin selama 1 bulan. Ya itu tadi karena adanya wabah virus corona, pihak kampus menghimbau agar kembali sampai dengan situasi dinyatakan aman sekitar bulan Maret 2020 mendatang," pungkasnya. (*)
