Kumparan Logo
Konten Media Partner

Emak-emak di Tegal Buat Jalan Edukatif untuk Bermain Anak-anak

PanturaPostverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang anak sedang bermain jangka yang digambar di gang  RT 04 RW 01 Desa Balapulang Wetan Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal.
zoom-in-whitePerbesar
Seorang anak sedang bermain jangka yang digambar di gang RT 04 RW 01 Desa Balapulang Wetan Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal.

DI ERA digital ini, permainan tradisional seperti tergusur dengan permainan di gadget. Bahkan tidak jarang ditemui anak-anak yang seperti menggilai atau kecanduan game online. Tidak hanya anak-anak di perkotaan, anak-anak di perdesaan juga sudah akrab dengan game tersebut.

Untuk mencegah sekaligus mengatasi masalah tersebut di atas, warga RT 04 RW 01 Desa Balapulang Wetan Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal punya gerakan jalan edukatif.

Bila anda melewati gang di RT tersebut akan menjumpai berbagai gambar sarana permainan anak. Seperti lari zig zag, jalan miring, ular tangga, meniti, merayap, main congklak, main simbar, jintot, gotri, jangka, sigog dan lainnya.

"Awalnya termotifasi gang warna-warni biar lingkungan semakin meriah dan indah dipandang. Sekarang kan orang suka berselfi. Sehingga terciptalah gang warna-warni. Namun sejak adanya COVID-19, anak harus memegang handphone untuk pembelajaran online di rumah. Mereka perlu direfresh dengan permainan yang membuat bergerak," tutur salah satu penggerak jalan edukatif, Pelita Pramudi Astuti (51) pada panturapost, Rabu ( 22/7/2020).

Menurutnya, hampir setiap hari, anak-anak bermain handphone yang notabene itu sangat berbahaya bagi anak-anak usia 14 tahun ke bawah. Dari radiasi mau pun isinya. Dari sini, terinspirasi jalan edukatif untuk merefresh anak-anak agar tetap sehat bergerak dengan berbagai macam permainan tradisional.

“Jalan edukasi itu awalnya digerakkan emak-emak bertiga. Saya, Ibu Yos dan Bu RT. Kemudian emak-emak lainnya mengikuti,” ujarnya.

Untuk modal pengecetan, dilakukan swadaya dari masyarakat. Mengecet atau menggambar jalan dilakukan langsung oleh emak-emak dan dibantu warga lainnya. Permainan yang dibuat tidak sekadar permaian. “Di setiap permainan, ada stasiun dimana anak-anak yang bermain diberi pertanyaan tentang nama kota, doa, ayat dan lainnya,” ungkap dia.

Salah seorang warga RT 04 desa tersebut, Supriyono (60) menuturkan, permainan di gang atau jalan edukatif itu baru dua minggu berjalan. Anak-anak bermain di jalan edukatif itu pada sore hari, setelah pulang TPQ dan madrasah. Mereka juga diingatkan untuk tetap memakai masker dan protokol kesehatan.

"Ini gerakan bagus dan luar biasa. Anak-anak bisa merasakan permainan tempo dulu di gang atau di jalan umum. Anak-anak senang dan terhibur. Dan mulai kebiasaan bermain dan tidak fokus dengan gadget," tutur dia.

“Warga sekitar sangat mendukung gerakan ini,” tambah dia.

Salah satu anak yang ikut dalam permainan di jalan edukatif, Anindia (4) mengaku senang bisa bermain bareng dengan teman yang lain. “Main congklak, main jalan miring dan laibnya. Udah gitu saat sampai di stasiun ditanya sama ibu-ibu tentang nama-nama daerah atau kota yang ada di Jawa Tengah dan lainnya,” ujarnya.

"Baru kali ini main permainan kaya gini sama temen- temen," katanya lagi. (*)