Kumparan Logo
Konten Media Partner

Fosil Manusia Purba Diduga Berusia 1,8 Juta Tahun Ditemukan di Bumiayu

PanturaPostverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim dari Balai Arkeologi (Balar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan penelitian di Sungai Cisaat, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Selasa (8/6).  (Foto: Reza Abineri)
zoom-in-whitePerbesar
Tim dari Balai Arkeologi (Balar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan penelitian di Sungai Cisaat, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Selasa (8/6). (Foto: Reza Abineri)

BREBES - Tim dari Balai Arkeologi (Balar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan penelitian di Sungai Cisaat, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Selasa (8/6). Penelitian dilakukan sebagai tindak lanjut adanya temuan fosil tulang manusia di situs Bumiayu.

Fosil yang ditemukan adalah dua tulang bonggol atau paha dari manusia purba. Diperkirakan fosil yang memiliki nama latin Homo Erectus Arkaik itu usianya tertua di pulau Jawa dan Indonesia.

Dalam penelitian itu, Tim Balar dipimpin oleh Profesor Harry Widianto untuk mendapatkan bukti-bukti tambahan kemungkinan keberadaan manusia purba Homo Erectus Arkaik.

"Kita akan (meneliti) proses migrasi tertua di Jawa dan Indonesia. Baik manusianya maupun faunanya," kata Harry.

Ia menjelaskan, dari bukti-bukti yang kuat fosil manusia purba tersebut, diperkirakan berusia 1,8 juta tahun. Tentu temuan tersebut akan mengubah teori awal migrasi di Pulau Jawa dari barat ke timur.

"Umur fosil di situs Bumiayu jauh lebih tua dari fosil manusia purba di Sangiran, Sragen, yang usianya sekitar 1,5 juta tahun," bebernya.

Harry menjelaskan wilayah Bumiayu ke utara sampai Tegal dulunya merupakan pantai timur dari pulau Jawa. Pulau ini muncul lebih dulu dari Jawa Barat, kemudian terus naik daratannya sehingga muncul Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sehingga dipastikan kehidupan di Bumiayu ini juga lebih tua dibandingkan dengan kehidupan yang ada di sebelah timurnya.

"Situs di Bumiayu ini menunjukkan adanya fauna tertua di Pulau Jawa, yakni periode 2 juta tahun lebih, sehingga sangat mungkin jika manusia purba yang hidup itu juga lebih tua jika dikaitkan dengan fauna tersebut," kata Harry.

Diungkapkan, keberadaan situs Bumiayu telah lama menjadi perhatian dan objek penelitian para ahli purbakala sejak 1920-an, namun terhenti. Saat ini kembali menjadi perhatian dengan adanya temuan-temuan fosil hewan purba dan kini juga sudah ada tanda-tanda adanya manusia purba yang fosilnya mulai ditemukan.

Tim dari Balai Arkeologi (Balar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). (Foto: Reza Abineri)

"Situs di Bumiayu pada 1920-an sempat ada penelitian, tapi terhenti. (Dan) saat ini fosil manusia purba yang sudah ditemukan berupa tulang bonggol atau paha manusia purba, ada dua tulang dari dua manusia purba yang berbeda," ungkapnya.

Tim Peneliti melakukan penelitian turun dan meninjau langsung lokasi temuan dengan menyusuri sungai Cisaat Bumiayu. Mereka dipandu tim pelestari situs Bumiayu, H. Rafli Rizal dan Karsono, juga lainnya.

"Beruntung kita lakukan penelitian saat sungai mengering. Jadi mudah meneliti lapisan tanah dan bebatuan di lokasi," kata Rizal.

Redaksi panturapost sudah berupaya mengabadikan fosil tersebut, namun tidak diperbolehkan mengambil gambar sebelum hasil penelitian fosil tersebut dikeluarkan.

Perlu diketahui sebelumnya para pelestari fosil binatang purba Bumiayu telah menemukan beberapa potong fosil tulang kaki manusia. Fosil binatang purba dari berbagai jenis hewan purba juga telah lama ditemukan. Seperti fosil gajah purba, kerbau purba, dan lainnya disimpan di Museum Mini Bumiayu.

Reporter: Reza Abineri Editor: Irsyam Faiz