Hari Bumi, Komunitas Peduli Lingkungan Tanam 1000 Bibit Bakau

MEMPERINGATI Hari Bumi Internasional, puluhan komunitas peduli lingkungan melakukan penanaman 1000 bibit bakau atau mangrove di pantai pulau Kodok, kelurahan Panggung RW 10 Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal, Minggu (22/4).
Kegiatan diinisiasi oleh Rawat Bumi With Lindungi Hutan bekerjasama dengan 15 komunitas, dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal. 15 komunitas itu di antaranya infotegal, eventtegal, dolantegal, Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal, tangankakipemuda, ruangmudaberbagi, kpgbelang, mritegal, aksi_sobat, kementerianlhk, mapakti_upstegal, bhapala_bhamada, rulasi.kapuraksara, kelasinspirasitegal, tiktegal, lindungihutan, lestarialamtegal.id, mytriptegal, p.o.wscreenprinting.
Sekitar 100 lebih orang dari komunitas tersebut meramaikan acara dengan tagar “satu orang satu mangrove” dan "nandur bareng kanggo anak putu".
“Ini kegiatan semua komunitas di Kota Tegal, yang peduli akan kelestarian lingkungan,” kata Bagus, salah seorang inisiator kegiatan dari Lindungi Hutan.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan pertama kali dilakukan lintas komunitas peduli lingkungan. Ia berharap kegiatan ini terus berlanjut. Ia juga mereka mengajak seluruh lapisan masyarakat turut serta dalam menjaga lingkungan.
“Mangrove merupakan tanaman yang berperan penting bagi kelangsungan ekosistem di laut dan penyimpan karbon terbesar,” paparnya.
Jumlah mangrove yang terus berkurang, lanjut dia, berdampak pada pengurangan kualitas air pesisir, keanekaragaman hayati, menghilangkan ikan dan habitat pembibitan crustacean, mempengaruhi habitat pesisir yang berdekatan, dan menghilangkan utama sumber daya untuk komunitas manusia yang bergantung pada hutan bakau untuk berbagai produk dan jasa.
Menyadari hal itu, betapa pentingnya menjaga ekosistem laut dan habitat mangrove. Bertepatan dengan Hari Bumi (Earth Day) yang diperingati setiap tanggal 22 April di seluruh dunia, Lindungi Hutan melakukan aksi nyata dengan “Melakukan Penanaman 1.000 Bibit Pohon Mangrove” di kawasan ekowisata Pantai pulau Kodok di Tegal.
Andy Yulianto selaku anggota komunitas MRI Tegal juga menuturkan, aksi ini juga mengajak masyarakat untuk berhenti membuang sampah ke laut, atau ke sungai. Karena, dengan banyaknya sampah yang dibuang ke laut dapat merusak biota laut.
“Yang pada akhirnya berpengaruh besar terhadap kehidupan kita karena keseimbangan alam yang terganggu.” (*)
Reporter : Bentar
Editor : Muhammad Abduh
