Kader dan Pengurus 11 DPD PSI di Jawa Tengah Ramai-ramai Mengundurkan Diri

Konten Media Partner
26 Mei 2022 19:59
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Sejumlah pengurus DPD PSI dari Kota/Kabupaten Tegal, Brebes dan Pemalang mengumpulkan seragam dan identitas partai untuk dikembalikan ke DPW PSI Jateng, usai deklarasi pengunduran diri sebagai kader dan pengurus partai di sebuah rumah makan di Kota Tegal, Jawa Tengah, Kamis (26/5/2022)
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah pengurus DPD PSI dari Kota/Kabupaten Tegal, Brebes dan Pemalang mengumpulkan seragam dan identitas partai untuk dikembalikan ke DPW PSI Jateng, usai deklarasi pengunduran diri sebagai kader dan pengurus partai di sebuah rumah makan di Kota Tegal, Jawa Tengah, Kamis (26/5/2022)
ADVERTISEMENT
TEGAL – Bertempat di sebuah rumah makan di Kota Tegal, Jawa Tengah, Kamis (26/5/2022), sejumlah kader dan pengurus 11 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Jawa Tengah menyatakan mengundurkan diri.
ADVERTISEMENT
Hadir dalam deklarasi pengunduran diri tersebut di antaranya pengurus DPD dari Kota/Kab Tegal, Pemalang, dan Brebes.
Wakil Ketua DPD PSI Kota Tegal, Jefri mengungkapkan, para pengurus dari 11 DPD yang keluar adalah dari DPD PSI Kab. Brebes, Kab. Tegal, Kab. Pemalang, Kab. Purbalingga, Kab. Pekalongan, Kab. Batang, Kab. Banyumas, Kab. Wonosobo, Kab. Kebumen, Kab. Magelang, dan Kota Tegal.
"Terakhir Kota Tegal, saat ini ketua dan sekretarisnya masih belum ada pernyataan sikap. Namun saya mewakili DPD PSI Kota Tegal, atas nama Wakil Ketua dengan 4 DPC Kecamatan dan simpatisan menyatakan mundur dari kepengurusan partai," kata Jefri saat konferensi pers.
"Jadi 11 DPD per hari ini sudah menyatakan sikap. Terkait situasi dan kondisi yang ada di DPW. Langkah ini terpaksa kami ambil karena tidak ada komitmen partai dan komunikasi yang baik lagi saat ini dari DPW," sambung Jefri.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Jefri mengatakan, 11 DPD tersebut merasa sudah tidak lagi dibutuhkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Tengah.
"Kami di daerah sudah tidak lagi dibutuhkan. Perjuangan kami sejak 2018 dan Pemilu 2019 sudah cukup meloloskan verifikasi di 2019," kata Jefri.
Menurut Jefri, karena sudah tidak ada lagi komunikasi yang baik antara jajaran pengurus DPW Jateng dengan DPD maka mereka sepakat keluar dari partai. "Perolehan suara secara global di Jateng juga sangat luar biasa. Karena hal itu kami sepakat mengundurkan diri atau keluar dari kepengurusan partai," pungkas Jefri
Ketua DPD PSI Pemalang, Rudi Adiyanto bersama Sekretaris, Maulana Budi juga menyatakan mundur dari partai setelah merasa DPW Jateng tidak butuh jaringan di Pemalang.
"Dengan adanya dinamika di DPW PSI Jateng, dimana di dalamnya ada berbagai konflik di kepengurusan DPW, Kami berdua dari DPD Pemalang, daripada tidak ada manfaatnya di hadapan mereka yang tidak butuh jaringan di Pemalang, kami berdua dan 8 DPC yang sudah ber-SK sepakat mundur," katanya. (*)
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020