Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kalahkan Persebi Lewat Adu Pinalti, Persekat Naik ke Tingkat Nasional

PanturaPostverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Supporter berkesempatan foto selfie dengan pemain Persekat usai pertandingan.
zoom-in-whitePerbesar
Supporter berkesempatan foto selfie dengan pemain Persekat usai pertandingan.

TEGAL – Persekat Kabupaten Tegal berhasil melanjutkan kiprah ke ajang Liga 3 Nasional, setelah berhasil mengalahkan Persebi Boyolali melalui adu pinalti.

Bermain di Satdion Yos Sudarso Kota Tegal, kedua tim bermain sama kuat pada 90 menit dengan skor 1-1. Dalam lagi ini sempat diwarnai adu jotos oleh para pemain.

Pada menit ke 14 di babak pertama pada saat gelandang serang persekat Sahrudin Irwan membawa bola dan diganjal oleh pemain Persebi lalu Sahrudin jatuh. Dari insiden itu lah para pemain terpancing emosi dan saling adu jotos. Pertandingan sempat berhenti beberapa menit. Dan, dua pemain yang terjadi adu jotos diberi kartu merah, termasuk pemain persekat Sahrudin.

Dengan bermain masing- masing 10 pemain pun pertandingan semakin menarik dan ngotot. Di babak pertama, Laskar Ki Gede Sebayu berhasil unggul. Abdul Gani Lukman mencatatkan namanya d papan skor. Dia menerima umpan Akbar Selan dan mengubah menjadi gol di menit ke-46 saat pertambahan waktu di babak pertama.

Namun di babak kedua, tim tamu mampu menyamakan kedudukan. Riky Junian memuat skor kembali sama kuat 1-1. Dalam pertandingan tersebut suporter Persekat memenuhi stadion Yos Sudarso.

Pertandingan lalu menjadi semakin sengit. Kedua kubu sama-sama mencoba menekan dan meraih keunggulan. Sayangnya upaya mereka tidak ada yang membuahkan hasil sampai wasit meniup peluit.

Pelatih Persekat Lukman Afif mengatakan, anak- anak bermain sangat disiplin dan luar biasa. “Yah kita ternoda di menit ke-14 dengan ada insiden kartu merah, tapi tidak membuat anak- anak putus asa atau kendor dalam menyerang. Kita terapkan dari awal sampai akhir dengan permainan menyerang. Banyak peluang yang dibuang anak-anak, yang harusnya jadi gol tapi tidak, hasil akhir seranganya masih kurang fokus,” paparnya.

Menurutnya, mental anak - anak sudah teruji di Final Lliga 3 provinsi kemarin. Karena kedudukan sama kuat, maka pemenang ditentukan lewat adu penalti. Beruntung, lima eksekutor Persekat yang mendapat kesempatan menendang lebih dulu, mampu menuntaskan tugasnya dengan baik. Sedangkan satu algojo pertama Persebi gagal menjaringkan bola.

Dalam adul pinalti, tambah Lukman, anak-anak dengan tenang mengeksekusi semua pinalti, serta sang kiper Rudi N Rajak yang berhasil menepis tendangan pinalti pertama.

Dari lima pinalti tersebut di antaranya, untuk Persekat, Didiwanto Ismail, Hamdi A Sula, Syhatul Lasinari, Abdul Gani Likman, Ajay Maulana. Sedangkan Persebi Boyolali, antara lain Agus Setyawan, Ade Gilang Pratama, Riky Junian Adiputra, Sidang Iskushardianto.

Dalam adu pinalti penendang pertama pinalti dari Persebi Boyolali gagal menceploskan gol ke gawang. Dan saat penendang terakhir Persekat yang dilakukan oleh Ajay Maulana dan berhasil gol, sontak para pemain, tim pelatih dan suporter Persekat turun ke lapangan merayakan kemenangan ini. Suasana haru, bahagia dan tangis pun terlihat di Stadion Yos Sudarso.

"Plong mas, saya sampai nangis lega dan bahagia. Kita naik tingkat nasional. Untuk ke depannya kita lekas berbenah yang kurang," ucap Ilham Marsantyo manajemen dan panpel Persekat. (*)