Keluar dari Pekerjaan, Pemuda Pemalang Ini Rintis Bisnis Kerajinan Kulit Sapi
·waktu baca 2 menit

Syaiful Amri, 34 tahun, pemuda asal Dusun Gombong Desa Warungpring, Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang itu memilih jalan yang berbeda dari rekan-rekannya. Dia keluar dari pekerjaannya sebagai karyawan sebuah koperasi untuk membuka bisnis kerajinan kulit sapi.
"Awalnya saya memang hobi sama barang-barang yang terbuat dari kulit. Mulai dari dompet, sabuk hingga tas, semuanya berbahan kulit. Karena bahannya awet," kata Amri saat ditemui PanturaPost di Pemalang, Selasa (18/10/2022).
Dia menceritakan, usaha tersebut sebelumnya sudah dia jalani sejak 2 tahun belakangan. Namun karena harus berbagi waktu dengan pekerjaan utamanya, bisnisnya tidak terlalu maksimal. Karena itu, dia memilih untuk keluar dari pekerjaannya dan berfokus untuk menjalani bisnis ini.
"Setelah 5 tahun bekerja sebagai karyawan koperasi, saya resign (keluar) dan fokus berwirausaha. Karena saya yakin ini adalah bisnis yang memilik prospek yang bagus," ungkapnya.
Menurut Amri, saat ini, banyak brand kerajinan kulit seperti tas dari luar negeri yang membanjiri tanah air yang dibanderol dengan harga hingga puluhan juta rupiah. Padahal, kualitasnya hampir sama dengan buatan lokal.
"Saya ingin produk-produk lokal Indonesia bisa bersaing dengan brand luar negeri. Bahkan, kalau bisa, menguasai pasar internasional," katanya.
Adapun produk kerajinan kulit yang dibikin Amri di antaranya dompet pria dan wanita, gantungan kunci, strep jam, sabuk, tas, tempat kartu, dan lainnya. "Sebenarnya semua produk kulit custom sesuai permintaan dari customer semua bisa," katanya.
Dia mengatakan, produk kerajinannya dibuat tanpa menggunakan mesin. Semua dikerjakan secara manual dengan tangan. Mulai dari memotong, menjahit, hingga finishing. Menurutnya, cara itu dilakukan untuk mempertahankan kualitas produk sehingga memiliki keunikan tersendiri.
"Inilah yang membedakan produk kami dengan produk yang dikerjakan di pabrik. Produk kami lebih eksklusif karena desainnya limited edition," ujar dia.
Karena keunikannya, produk kerajinan kulit karya Amri dijual dengan harga yang bervariasi. Mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 3 juta.
Untuk proses pembuatannya, kata dia, satu produk kerajinan bisa memakan waktu hingga 20 jam. Karena itu, tingkat kerumitan dan kualitas bahan, kata dia, mempengaruhi harga produk.
"Pangsa pasar kami memang bukan hanya lokal, tapi internasional. Kami targetkan produk kami bisa sampai hingga Eropa dan Amerika," katanya.
Untuk saat ini, omzet yang dihasilkan memang masih belum maksimal karena baru 2 bulan fokus menjalani bisnis ini. Yakni Rp 2 juta-5 juta per bulan.
Bagi Anda yang penasaran dan tertarik dengan produk kerajinan kulit sapi karya Amri, silakan bisa mampir ke akun instagram @fiftyseven. (*)
