Kisruh di Kandang Banteng Brebes, DPD PDIP Jateng Turun Tangan

BREBES - Menyikapi konflik internal yang terjadi di tubuh DPC PDIP Brebes kemarin, DPD PDIP Jateng, Minggu 30 Desember 2018 mendatangi kandang banteng di Brebes itu.
Kedatangan DPD PDIP Jateng bermaksud melakukan investigasi dan klarifikasi ihwal kejadian di internal partai berlambang banteng moncong putih di Kabupaten Brebes.
Wakil Ketua DPD PDIP Jateng, Joko Purnomo menjelaskan, tim yang dia bawa ditugaskan oleh kelembagaan partai untuk hadir ke DPC PDIP Brebes dalam kaitannya dengan konflik tersebut.
"Kami ditugaskan untuk hadir ke DPC PDIP Brebes untuk melakukan investigasi sekaligus klarifikasi terkait dengan kejadian internal partai pada tanggal 29 Desember lalu," jelas Joko.
Menurut Joko, hal tersebut sudah biasa di tubuh partainya dan itu merupakan dinamika yang ada. "PDIP biasa, banteng sering, kalau tidak punya musuh biasalah begitu, berantem dengan teman sendiri, srudug srudugan abis itu makan rumput bareng lagi. Ya itu ria ria dalam organisasi PDIP," ungkapnya.
Namun demikian, pihak DPD PDIP Jateng tetap berharap dengan kejadian tersebut dapat semakin mendewasakan rekan-rekannya yang ada di Brebes.
"Mudah-mudahan dengan kejadian kemarin justru akan memberikan tambahan spirit bagi temen-temen yang ada di Brebes untuk bisa memenangkan pileg pilpres 17 April 2019 dan akan kita buktikan DPC lewat ketuanya dan temen-temen struktur yang hari ini ketemu dengan tim dari DPD, sudah berkomitmen akan memenangkan pileg dan pilpres yang akan datang," tuturnya.
Terkait dengan kejadian tempo hari, berdasarkan investigasi dan klarifikasi yang dilakukan, Joko akan melaporkannya kepada DPD. "Nanti akan kami laporkan dulu kepada DPD, karena kami hanya tim yang ditugaskan oleh DPD ke sini. Jadi belum bisa kita sampaikan. Tentunya DPD nanti akan melakukan rapat internal untuk menyikapi dan solusinya seperti apa nanti akan kita sampaikan setelah rapat DPD partai," beber Joko.
Dalam kesempatan tersebut, DPD PDIP Jateng berpesan agar DPD PDIP Brebes tetap solid, kompak dan berkomitmen untuk menjaga pileg dan pilpres 2019 yang tinggal 3,5 bulan lagi.
"Untuk itu nanti agar ketua DPC bisa menyampaikan terkait dengan masalah kondisi di Brebes sekaligus terkait dengan target menang di Pemilu mendatang," pungkas Joko.
Menanggapi paparan dari Tim DPD PDIP Jateng, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes Indra Kusuma menyatakan siap dan berkomitmen untuk menjaga kondusifitas PDIP di Kabupaten Brebes.
"Sebagai ketua DPC, saya berkomitmen tidak akan terulang kembali kejadian seperti kemarin," jelasnya.
Indra beserta sekretaris DPC PDIP Brebes juga berkomitmen penuh atas kemenangan Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang. "Kami berkomitmen untuk memenangkan Jokowi dalam 65 persen dan apabila target tidak terpenuhi, maka kami berdua siap untuk meletakkan jabatan saya beserta sekretaris," tegas Indra.
KISRUH DALAM RAPAT
Diberitakan, saat rapat persiapan rekrutmen saksi pemilu yang digelar PDIP Kabupaten Brebes di Hotel Grand Dian Brebes, Sabtu (29/12), terjadi kericuhan yang melibatkan ratusan kader PDIP. Akibatnya rapat internal partai berlambang banteng moncong putih itu pun ditunda.
Informasi yang diterima panturapost, kejadian sekitar 11.00 WIB. Acara rapat persiapan rekrutmen Saksi PDI P Pada Pemilu Legeslatif & Pemilu Presiden - Wakil Presiden Tahun 2019 dimulai.
Kemudian pada pukul 12.15 WIB simpatisan PDIP pendukung Ketua DPC PDIP Indra Kusuma memasuki ruang rapat dengan meneriakkan Yel Yel " Paramitha Siapa Yang Punya, Yang Punya Kita Semua ".
Seketika pada saat itu, acara dihentikan dengan melakukan pembubaran peserta rapat dan melakukan pelemparan kursi. Tak lama kemudian peserta rapat membubarkan diri keluar ruangan rapat sehingga rapat tidak dapat dilanjutkan.
Kericuhan tersebut terjadi diduga lantaran Wakil Ketua DPC PDIP Brebes Cahrudin bersama Sekretaris DPC PDIP Brebes Illia Amin mengadakan, kegiatan Rapat Persiapan Rekrutmen Saksi PDI P Pada Pemilu Legeslatif dan Pemilu Presiden - Wakil Presiden Tahun 2019 tanpa sepengetahuan Ketua DPC PDIP Brebes Indra Kusuma.
Ketua DPC PDIP Brebes tidak diundang namun yang diundang malah Ranting - Ranting. Sehingga Indra Kusuma merasa dilangkahi dan tersinggung rapat dianggap tidak sah dan dibubarkan.
Beruntung situasi dapat dikendalikan oleh aparat Kepolisian Resor Brebes dengan cara mengevakuasi kubu Prakosa keluar dari ruang rapat dan mengawal kubu Indra Kusuma ke kediaman dengan berjalan kaki menuju ke kediaman Indra Kusuma.
Pasca terjadinya kericuhan, perwakilan peserta rapat yakni, Ketua Ranting PDIP Desa Luwung Gede Kecamatan Tanjung Brebes Suherman mendatangi kediaman Ketua DPC PDIP Brebes Indra Kusuma untuk menanyakan insiden penyerangan tersebut, Minggu 30 Desember 2018 pagi.
"Kedatangan kami untuk menanyakan kepada Ketua DPC PDIP (Indra Kusuma). Tapi jawabanya kurang memuaskan, hanya pembelaan diri saja," ucap Suherman.
Ia menambahkan, insiden saat acara rapat rekrutmen saksi pemilu itu, pendidikan politik kepada seluruh kader PDIP yang kurang baik. "Karena acara itu kan anggaranya patungan kita semua sebagai kader, terkait Ketua DPC mau hadir ya silahkan tapi tidak perlu ikut berbicara. Kalau mau bicara ya silahkan menyelenggarakan acara itu sendiri atas nama Ketua DPC PDIP," ungkapnya.
Suherman menyebut, sebelum rapat pembekalan saksi pemilu dilakukan. Pihaknya sudah sempat menanyakan ke Sekertaris PDIP dalam hal ini Illia Amin. (*)
Reporter: Yunar Rahmawan/Fajar Eko Nugroho
Editor : Muhammad Abduh
