Kontroversi Surat Dinas Acara Perpisahan Kadin Pertanian Brebes di Bandung

Surat kedinasan terkait acara perpisahan Kepala Dinas (Kadin) Pertanian dan Ketahanan Pangan, Budiharso. (Foto: Fajar Eko Nugroho)
BREBES - Netizen dan warga Brebes heboh dengan beredarnya surat kedinasan yang terkait acara perpisahan Kepala Dinas (Kadin) Pertanian dan Ketahanan Pangan, Budiharso yang saat ini memasuki masa pensiun. Acara digelar di sebuah hotel, di Kota Bandung, Jumat 27 Juli 2018.
Beredarnya surat kedinasan itu, muncul di media sosial (medsos) facebook. Di surat itu lengkap dengan kop surat dinas pertanian beserta stampel disertai tanda tangan sekertaris dinas.
Surat itu, ditujukan kepada beberapa mitra kerja dinas pertanian. Dalam keteranganya dituliskan perpisahan kepala dinas pertanian.
Mengetahui informasi itu, Inspektorat Kabupaten Brebes langsung memanggil pejabat di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Pemanggilan itu untuk meminta klarifikasi terhadap diterbitkannya surat kedinasan kontroversial tersebut.
Selain ramai di media sosial, masyarakat juga mempertanyakan sumber pembiyaan kegiatan karena acaranya cenderung pribadi. Tetapi diduga menggunakan fasilitas pemerintah.
Di dalam surat tersebut tertulis acara kegiatan berupa perpisahan kadin Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes. Kegiatan bertempat di Hotel Panorama Bandung pada Jumat (27/7) mulai pukul 14.00 hingga selesai.
Dalam surat juga tertera stempel basah dinas dengan ditanda tangani Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Didik Sidiq.
Menanggapi sorotan dari masyarakat dan netizen itu, Bupati Brebes Idza Priyanti memerintahkan Inspektorat untuk menindaklanjuti pemasalahan tersebut.
"Jadi untuk masalah ini, silahkan langsung ke Kepala Inspetorat, karena saya sudah perintahkan untuk mengeceknya langsung," ucap Idza Priyanti.
Kepala Inspektorat Kabupaten Brebes, Suprapto mengatakan, atas permasalahan itu Inspektorat telah mengambil langkah cepat.
"Kami langsung memanggil pejabat terkait untuk dimintai klarifikasi terhadap munculnya atau terbitnya surat itu," ucap Suprapto.
Hal itu, kata dia, dilakukan untuk mengetahui maksud surat tersebut. Sebab, telah melibatkan pihak ketiga tetapi suratnya menggunakan kop dinas.
"Begitu mendapat perintah Bupati, kami langsung memanggil Sekertaris Dinas Pertanian untuk diklarifikasi terhadap masalah itu. Jadi semuanya biar jelas," katanya.
Dari klarifikasi itu, kata dia, diketahui jika kegiatan itu sebenarnya acara sosialisasi dan singkronisasi data pertanian. Sedangkan acara perpisahan tidak jadi diselenggarakan atau dibatalkan.
"Sebenarnya kegiatan itu agenda sosialisasi dinas pertanian dan diketahui memang ada kesalahan dalam surat tersebut. Ini sudah diakui Sekretaris Dinas Pertanian," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Didik Sidiq saat dikonfirmasi mengakui, jika dirinya yang telah menerbitkan surat tersebut.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Didik Sidiq. (Foto: Fajar Eko Nugroho)
Namun kegiatan itu kini telah dibatalkan karena ada rencana kunjungan Menteri Pertanian ke Brebes dalam satu dua hari kedepan.
"Jadi untuk acaranya memang dibatalkan, karena kadin harus menyambut Menteri Pertanian yang akan kunjungan ke Brebes. Sesuai jadwal dalam satu dua hari ini," ucap Didik Sidiq.
Menurut dia, ide acara perpisahan baru muncul setelah agenda rutin tahunan itu dibuat. Itu juga sifatnya hanya sebagai acara tambahan atau sisipan.
"Surat awalnya untuk kegiatan sosialisasi dan singkroni data pertanian karena ini acara rutin tahunan. Rencananya kegiatan ini dilaksanakan di Lembang Bandung. Baru setelah itu ada acara perpisahan kadin disisipkan," akunya.
Ia tak menampik, munculnya surat itu murni kesalahannya karena kurang teliti dan belum berkoordinasi dengan Kadin. Di sisi lain, pembatalan kegiatan juga mengakibatkan uang muka yang diberikan kepada pihak penginapan hilang.
"Jadi begini ya, untuk soal uang muka penginapan yang sudah dibayarkan, kami secara pribadi siap menggantinya. Ini sebagai sebuah konsekuensi kesalahan yang kita lakukan," pungkas dia.
Reporter: Fajar Eko Nugroho
Editor: Muhammad Irsyam Faiz
