Libur Tahun Baru, Wisata Hutan Mangrove Brebes Tambah Gardu Pandang

BREBES - Objek Wisata Hutan Mangrove di Dukuh Pandansari, Desa Kaliwlingi, Brebes menambah fasilitas untuk menghadapi libur natal dan tahun baru 2019. Salah satunya dengan menambah 1 gardu pandang.
Sejak didirikan 3 tahun silam, Hutan Mangrove Pandansari sudah memiliki 2 gardu pandang. Dengan bertambahnya gardu, maka eksotisme hamparan tumbuhan mangrove yang hijau bisa lebih terlihat oleh wisatawan. Selain menembus hutan bakau, pengunjung juga tak akan melewatkan kesempatan untuk melihat hijaunya pemandangan dari atas gardu pandang.
Pengelola hutan mangrove, Mashadi mengatakan penambahan gardu pandang setinggi kurang lebih 17 meter itu berbeda bentuk dengan dua bangunan yang sudah berdiri.
"Gardu pandang yang baru ini dua lantai. Jadi kapasitasnya lebih banyak menampung pengunjung," jelas Hadi, ditemui saat memantau libur Natal, Selasa 25 Desember 2018 .
Berbeda dengan gardu pandang sebelumnya, menara yang terbuat dari balok kayu besar dan kokoh itu berada di sebelah utara hutan mangrove.
"Kalau yang dua sebelumnya itu kan berada di tengah, sedangkan yang baru ini kami posisikan di sebelah utara hutan. Jadi ketika melihat ke sebelah selatan bisa melihat hamparan mangrove, kalau sebelah utaranya bisa lihat lautan," papar Hadi.
Meski gardu pandang sudah berdiri kokoh dan bisa dinaiki, namun Hadi mengatakan, pembangunannya masih belum selesai. Sebab belum dilakukan pengecatan dan pemasangan kawat seling pancang untuk memperkokoh bangunan. Sehingga akan lebih kuat ketika ada angin besar menerjang.
"Jadi sebetulnya pembangunannya sudah empat bulan dan kami targetkan 1 Januari 2019 bisa digunakan," lanjutnya.
Selain gardu pandang, Pokdarwis Dewi Mangrovesari juga menambah beberapa spot swafoto bagi pengunjung ingin mengabadikan momen wisata mereka. Di antaranya adalah 8 gapura bunga yang dipasang di tracking hutan dan juga penambahan musala. Untuk mengatasi becek di pinggir sungai saat hujan, dibuatkan pijakan yang terbuat dari ban bekas yang diisi dengan semen.
"Alhamdulillah hingga saat ini kami punya 4 musala yang berada di dalam hutan mangrove. Jadi wisatawan yang muslim tetap bisa melaksanakan Salat tanpa harus ke dermaga," tutur Hadi.
Reporter: Yunar Rahmawan
Editor: Muhammad Irsyam Faiz
