Kumparan Logo
Konten Media Partner

Lubang di Jembatan Jalur Tegal-Purwokerto Bahayakan Pengendara

PanturaPostverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sebuah lubang besar berada di jembatan Sungai Mulih yang berada di Jalur Teal-Purwokerto, tepatnya di ruas Prupuk Selatan, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal. (Foto: Irsyam Faiz)
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah lubang besar berada di jembatan Sungai Mulih yang berada di Jalur Teal-Purwokerto, tepatnya di ruas Prupuk Selatan, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal. (Foto: Irsyam Faiz)

TEGAL - Sebuah lubang besar berada di jembatan Sungai Mulih yang berada di Jalur Teal-Purwokerto, tepatnya di ruas Prupuk Selatan, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal. Lubang berukuran sekitar 1 meter persegi itu tertutup lempengan besi, namun tak sempurna.

Kondisi tersebut cukup membahayakan pengendara yang melintas. Pantauan PanturaPost, Jumat (21/2/2020), ukuran lubang tersebut tak tanggung-tanggung, yakni sekitar 1 meter persegi.

Meski lubang itu ditutupi plat besi, tapi masih terlihat kurang aman. Sebab, plat besi tersebut tidak menutup sempurna. Untungnya, di kanan kiri lubang terdapat ban bekas dan pembatas dari bambu untuk penanda.

Menurut Kasugi, 27 tahun, warga setempat, kondisi tersebut sudah terjadi sejak sepekan yang lalu. Saat itu, lubangnya masih kecil, lalu ditutup aspal oleh petugas.

Doa menduga, hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut "Setelah itu di sini hujan deras berhari-hari. Hingga kemarin (Kamis), lubang itu tambah parah," kata dia.

Sebuah lubang besar berada di jembatan Sungai Mulih yang berada di Jalur Teal-Purwokerto, tepatnya di ruas Prupuk Selatan, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal. (Foto: Irsyam Faiz)

Meski belum sampai memakan korban, kondisi itu cukup membahayakan pengendara yang melintas. Karena jika pengendara tidak memperhatikan jalan, maka dia akan terperosok. Apalagi pengendara motor, bisa bisa jatuh ke sungai.

Karena itu, Kasugi dan warga lainnya berisiatif untuk mengatur lalu lintas. Mereka menutup lajur yang menuju ke utara/Tegal, tempat lubang itu berada. Kesempatan itu juga digunakan warga untuk meminta sumbangan kepada pengendara.

"Kami standby terus di sini. Kadang sampai malam. 24 jam pokoknya," ujarnya.

Hingga berita ini ditulis, PanturaPost masih berusaha meminta konfirmasi dari Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 1 Jawa Tengah. (*)