News
·
11 Juni 2021 20:06
·
waktu baca 3 menit

Melihat Pelabuhan Kota Tegal, Komisi IV DPR RI dan KKP Terima Usulan Wali Kota

Konten ini diproduksi oleh PanturaPost
Melihat Pelabuhan Kota Tegal, Komisi IV DPR RI dan KKP Terima Usulan Wali Kota  (464565)
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono smenyampaikan beberapa usulan bantuan untuk para pelaku ekonomi perikanan saat menerima kunjungan Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
TEGAL - Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jumat (11/6/2021), melihat secara langsung kondisi Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari, Kota Tegal.
ADVERTISEMENT
Ketua Panitia Kerja (Panja) Komisi IV DPR RI, Anggia Erma dan Plt. Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Muhammad Zaini pun mendengarkan beberapa usulan bantuan untuk para pelaku ekonomi perikanan yang disampaikan Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono.
Dedy Yon menyampaikan kebutuhan cold storage, baik yang permanen dan portable, armada mobil thermo, fiberbox dengan kapasitas 200 kilogram, basket industri, freezer ikan dengan kapasitas 500 kilogram.
Kemudian alih fungsi gedung filler industri milik KKP, budidaya pembenihan ikan gurame dan nila, pembangunan jalan menuju dalam kawasan industri pengolahan ikan masyarakat nelayan.
Selanjutnya normalisasi Kali Bacin untuk lalu lintas nelayan kecil, pembangunan TPI untuk nelayan kecil, dan bantuan bioklop.
“Dengan melihat lebih dekat secara langsung kondisi operasional Pelabuhan Tegalsari, kami berharap dukungan dari DPR RI dan KKP agar bisa memberikan bantuan dari inventarisir permasalah nelayan yang ada," kata Dedy.
ADVERTISEMENT
"Kami menyambut dengan tangan terbuka, karena memang sektor perikanan adalah salah satu sektor andalan Kota Tegal,” sambung Dedy.
Ketua Kelompok Pengolahan Ikan Cahaya Bahari, Gunaryo yang hadir dalam kesempatatan tersebut menyampaikan bahwa nelayan dengan pengolah ikan ibarat suami istri yang hubungannya sangat erat dan saling membutuhkan.
Jadi apa yang disampaikan oleh Wali Kota Tegal adalah benar kebutuhan nelayan dan pelaku pengolah ikan di Pelabuhan Tegalsari.
Gunaryo menyampaikan, bantuan dari Kementerian Perikanan di tahun 2009 masih dirawat dengan baik. Namun perkembangan perikanan di Kota Tegal begitu pesat, sehingga ia dan kelompoknya benar-benar membutuhkan tambahan kapasitas cold storage untuk menampung hasil pembelian ikan dari nelayan.
“Kelompok kami butuh sekali yang namanya tempat penyimpanan. Karena nelayan kalau jual ikan tapi yang mengolah itu tidak ada tempatnya. Harga ikan itu bisa jatuh makanya kita membutuhkan itu, yang namanya cold storage,” kata Gunaryo.
ADVERTISEMENT
Menanggapi hal tersebut, Ketua Panja Komisi IV DPR RI, Anggia Erma Rini menyampaikan bahwa semenjak Pelabuhan Tegalsari yang dibangun pada tahun 2004, belum pernah mendapatkan sentuhan dari pemerintah pusat, padahal kapasitasnya sudah tiga kali lipat.
“Harus ada rekomendasi yang konkrit untuk pengembangan dan perbaikan sarana dan prasarana di pelabuhan ini,” pungkas Anggia.
Sementara Plt. Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Muhammad Zaini menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan penataan secara komprehensif.
Di sisi lain, Muhammad Zaini juga menyampaikan bahwa permintaan bantuan dari masyarakat juga harus diimbangi dengan komitmen untuk menjaga dan memperhatikan operasional bantuan tersebut.
"Jangan sampai bantuan pemerintah tersebut berujung pada terbengkalainya alat-alat bantuan dari pemerintah," kata Muhammad Zaini.
Muhammad Zaini menyebut, pihaknya akan mendiskusikan dengan koperasi atau dengan siapa yang akan mengelola barang-barang bantuan tersebut. Sebab, pihaknya tidak bisa memberikan bantuan tersebut kepada orang perseorangan tapi harus diberikan kepada koperasi yang diharuskan mampu untuk mengelola agar dapat berjalan secara kontinyu. (*)
ADVERTISEMENT