Potensi Wisata Religi Makam Ki Gede Penatas Angin di Pekalongan

Makam Waliyullah Ki Gede Penatas Angin di Dusun Kopeng Desa Pungangan Kecamatan Doro. (Foto: Humas Pemkab Pekalongan)
PEKALONGAN - Datangnya bulan Ramadan 1439 H, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyatakan, saat ini menjadi momentum tepat untuk meningkatkan potensi wisata religi di Kota Santri. Salah satunya berada di makam Waliyullah Ki Gede Penatas Angin di Dusun Kopeng Desa Pungangan Kecamatan Doro.
Dari sisi historis, situs makam Ki Gede Penatas Angin merupakan salah satu kunci awal sejarah masuknya pertumbuhan dan penyebaran Islam di wilayah Kabupaten Pekalonga. Sehingga dapat disebut sebagai kutub atau mercusuar perkembangan Islam di Kabupaten Pekalongan.
Menurut penuturan tokoh pemuda Desa Pungangan, Kusnandar, Makam Waliyullah Ki Gede Penatas Angin biasa ramai dikunjungi peziarah utamanya pada hari Jumat, menjelang bulan suci Ramadan, setelah Lebaran Idul Fitri, dan bulan-bulan besar lainnya. Ia menjelaskan, puncak keramaian peziarah di sini terjadi pada acara Khaul yang rutin dilaksanakan setiap tahun pada Hari Kamis pertama setelah Hari Raya Idhul Adha.
"Kunjungan rata-rata bisa mencapai ratusan orang per hari, bahkan saat ramai mencapai 500 orang per hari. Di kawasan lokasi religi ini terdapat pula batu sumur dan goa yang sering dikunjungi para peziarah, dan letaknya tidak jauh dari makam," kata Kusnandar.

Makam Waliyullah Ki Gede Penatas Angin di Dusun Kopeng Desa Pungangan Kecamatan Doro. (Foto: Humas Pemkab Pekalongan)
Bupati Pekalongan Asip Kolbihi mengatakan, wisata religi itu, berada di area yang cukup luas di kawasan hutan dan perkebunan karet tidak jauh dari pemukiman warga. Situs makam Ki Gede Penatas Angin telah ditata dan dikembangkan oleh masyarakat sebagai destinasi wisata religi.
"Tapi memang saat ini kendaraan besar belum bisa masuk karena akses jalan dan jembatan yang sempit. Terutama saat menikung setelah melewati jembatan yang menjadi pintu masuk hingga tikungan depan masjid Dusun Kopeng," jelas dia dalam siaran pers yang diterima Panturapost.id, Rabu, 16 Mei 2018.
Dia mengungkapkan, di wilayah Kabupaten Pekalongan terdapat beberapa kutub persebaran agama Islam. Selain di Makam Ki Gede Penatas Angin, ada juga makam Syekh Wali Agung Rogoselo di Desa Rogoselo, Mbah Wali Tanduran di Paninggaran, Mbah Wali Ambariyah di Desa Bukur Bojong dan Sayyid Abu Bakar di Kayugeritan Karanganyar.
Bahkan, Kabupaten Pekalongan dikenal kaya dengan khasanah budaya keagamaan, keindahan alam, seni, kuliner, dan batik yang telah menjadi trademark. Dari kutub-kutub tersebut asip berencana akan mengembangkan dan meningkatkannya secara bertahap menjadi satu rangkaian destinasi wisata secara komprehenshif.
"Muara dari keseluruhan penataan dari berbagai aspek tersebut diharapkan dapat mempercepat kesejahteraan masyarakat terutama di wilayah yang memiliki destinasi wisata," beber dia.
Reporter: Fajar Eko Nugroho/RIlis Humas
Editor: Muhammad Irsyam Faiz
