Membingkai Tokoh Nasional dan Dunia lewat Seni dari Sampah Plastik

SAMPAH plastik memang kerap membuat pelik karena sulit terurai. Tak heran, jika sekarang banyak yang menyerukan kampanye antiplastik.
Sejatinya, sampah plastik bisa dimanfaatkan dengan cara didaur ulang atau dipergunakan untuk kepentingan lain. Hanya, cara ini masih jarang dilakukan. Seringnya, sampah plastik berakhir di tempat pembuangan akhir, atau yang lebih nahas mencemari lautan.
Di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, salah seorang peduli lingkungan asal Desa Kajen, Kecamatan Talang, memanfaatkan sampah plastik untuk media berkesenian. Sampah plastik disulap menjadi intalasi seni yang mengagumkan. Para pembaca sekalian, mari berkenalan dengan Akhmad Umar (26).
Bagi Umar, sampah plastik sudah menjadi bom waktu. Selama ini, menurutnya, penanganan sampah plastik belum maksimal, sehingga dampaknya bagi lingkungan kian memprihatinkan.
“Sampah plastik memang menjadi masalah besar,” kata pemuda yang bekerja di perusahaan swasta ini, Selasa (25/6).
Menurutnya, intalasi seni dengan menggunakan sampah plastik sejatinya sudah dilakukan sejak satu tahun belakangan ini. Dulu, ia berkarya dalam ranah seni siluet. Kini, jalur pop art juga dirambahnya.
Kenapa memilih pop art? Umar berharap agar karyanya lebih mudah diterima orang-orang, khususnya anak-anak muda yang lebih banyak punya kegiatan di publik.
“Udah lumayan lama sih maenan dengan sampah. Tapi kalau ke popart dari sampah baru satu tahun. Dulu juga pernah tapi bukan pop art. Untuk di jalur seni siluet. Karena responsnya kurang, akhirnya sempat berhenti, dan ini setelah tahu seni pop art berlanjut kembali,” tuturnya.
Terkait keinginannya untuk bergabung dan bergerak bersama para aktivis lingkungan, sebenarnya sudah terbesit sejak lama. Namun, Umar adalah seorang yang pemalu, dan mengaku sangat susah bergaul dengan orang-orang baru.
Namun, idealisme, bagi Umar, tidak boleh mati. Ia menempuh jalur aktivisnya sendiri lewat karya pop art dari sampah plastik ini. Lantas, ia mulai berkarya dan menaruh karyanya ke Instagram dan YouTube. Untuk melihat betapa eloknya seni Umar, silakan lihat di akun @wasteplastic_art.
Untuk pembuatannya, Umar memakai semua bahan sampah plastik, seperti bungkus-bungkus ciki, bungkus mi instan, juga kantong kresek. Pokoknya, semua yang berbahan plastik.
Cara pembuatannya sederhana. Pertama, bikin sketsa dulu, terus setelah itu tinggal ditempel dengan plastik. Peralatan yang digunakan juga cukup sederhana: pensil, penggaris, gunting, kater, lem.
Tokoh-tokoh yang wajahnya disulap jadi pop art oleh Umar berasal dari lintas bidang. Ada politisi seperti Menteri Susi Pujiastuti, Presiden Joko Widodo, hingga mantan Presiden Amerika Serikat, Abraham Lincoln. Ada juga 'King of Pop' Michael Jackson, dan tokoh-tokoh lainnya.
Karya Umar dibanderol Rp 350 ribu. Hasil karyanya sudah sampai Jakarta, Tangerang, hingga Kalimantan. (*)
Reporter: Bentar
Editor: Muhammad Abduh
