Menanti Berbuka Puasa dengan Menerbangkan Pesawat Aeromodeling

TEGAL - Berbagai cara dilakukan warga untuk menunggu waktu berbuka puasa. Di Kota Tegal, sejumlah warga memanfaatkan waktu ngabuburit dengan menerbangkan pesawat aeromodeling buatan mereka sendiri. Ratusan warga pun selalu memadati lapangan terbang pesawat aeromodeling untuk menonton pesawat mainan tersebut.
Mereka kerap memanfaatkan waktu ngabuburit untuk berlatih dengan pesawat aeromodeling di tanah lapang di Kelurahan Kalinyamat Wetan, Kota Tegal. Untuk menerbangkan pesawat, mereka memerlukan landasan pacu berupa tanah lapang sepanjang lima puluh meter yang berfungsi untuk take off dan landing.
Hobi aeromodeling, ternyata bukan hobi mahal. Ya, karena para penggemar aeromodeling ini membuat sendiri pesawatnya yakni dengan stereofom bekas. Adapun untuk mesin dan remote control mereka membeli di toko online.

Untuk membuat satu pesawat aeromodeling sederhana, dibutuhkan dana setidaknya Rp 1 juta. Namun ada juga dari mereka yang membeli pesawat aeromodeling yang sudah jadi sepeti jenis helikopter.
Pesawat aeromodeling ini hanya mampu terbang selama sepuluh menit. Namun jika kemampuan pilot mampu membaca tekanan angin dan bermanuver dengan baik maka waktu terbang bisa lebih dari sepuluh menit.
“Kalau disini jenisnya macem macem, mulai dari pemula itu biasanya pakai leader yang tingkat karakternnya lebih jinak. Ada juga model model pesawat tempur yang agak sedikit ngebut,” kata Samsyul Bahri Anwar, 35 tahun, penggemar aeromodeling.

Meski sudah dipersiapan landasan untuk mendarat, tetap saja pesawat aeromodeling bisa saja gagal mendarat. Hal ini terjadi bisa karena faktor angin dan kegagalan pilot mengontrol pesawat.
Atraksi pesawat mainan inipun mengundang banyak warga tak terkecuali anak-anak untuk menonton sambil menunggu waktu berbuka puasa tiba. “Bagus banget. Ini baru pertama kali ngabuburit ke sini. Sambil menunggu berbuka puasa,” kata warga setempat Rizki Nur, 15 tahun.
Komunitas yang tergabung dalam Bahari Aeromodeling Club (BAC) juga membagikan ratusan takjil kepada para penonton. Mereka berharap masyarakat yang suka aeromodeling tidak khawatir menyalurkan hobi, karena aeromodeling bukanlah hobi yang mahal.
Reporter/Foto : Syaifullah
Editor : Muhammad Irsyam Faiz
