Mengenal Kardinah, Adik Kartini yang Tak Kalah Menginspirasi

Konten Media Partner
21 April 2019 16:39
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Mengenal Kardinah, Adik Kartini yang Tak Kalah Menginspirasi (361144)
zoom-in-whitePerbesar
Kardinah (tengah). (dok. istimewa)
SETIAP tanggal 21 April, bangsa Indonesia akan selalu mengenang dan meresapi perjuangan pahlawan emansipasi perempuan. Dia adalah Raden Adjeng Kartini, sosok yang begitu gigih berjuang agar perempuan dan laki-laki dapat sejajar derajatnya.
ADVERTISEMENT
Namun, selain Kartini, di Tegal, ternyata ada sosok yang juga layak untuk dikenang. Ia juga pejuang pendidikan dan hak bagi kaum perempuan. Namanya Kardinah, adik dari Kartini.
Mengenal Silsilah Keluarga Kartini
Sejarawan Pantura, Wijanarto, mengungkapkan bahwa berdasarkan silsilahnya, Kardinah adalah adik Kartini dari hasil pernikahan Bupati Jepara, Raden Mas Arya Adipati Sosroningrat; dengan garwa ampil (selir) yang bernama Ngasirah.
"Kardinah merupakan istri dari Raden Mas (RM) Rekso Harjono, Patih Pemalang yang kemudian dipromosikan menjadi Bupati Tegal yang bergelar Reksonegoro X pada tahun 1908. Bersama dengan Kartini dan Roekmini, putri Bupati Sosroningrat tersebut merupakan putri bupati yang progresif terhadap perjuangan pendidikan dan kemajuan perempuan," beber Wijanarto.
Kemudian, baik Kartini maupun Kardinah, ternyata mempunyai garis trah (keturunan) dari leluhurnya yang pernah menjadi Bupati Brebes dan Demak, yakni trah Arja Tjondronegoro I dan V.
ADVERTISEMENT
"Saat itu, Bupati Tjondronegoro V mengundang guru les berkebangsaan Belanda untuk mendidik anak anaknya. Putra-putri Bupati Jepara itu," ungkap Wijanarto.
Siapakah putra dari Bupati Jepara yang dimaksud Wijanarto itu? Dia adalah kakak Kartini yang bernama RM Panji Sosrokartono alias Kartono. Ia berkuliah di Leiden, Belanda, dan kemudian sebagai salah satu jurnalis perang di Eropa.
Tokoh Perintis Pembangunan Rumah Sakit
Mengenal Kardinah, Adik Kartini yang Tak Kalah Menginspirasi (361145)
zoom-in-whitePerbesar
RSUD Kardinah. Foto: situs resmi RSUD Kardinah Kota Tegal
Perjuangannya untuk bangsa ini tak bisa kita elakkan. Meski tak setenar Kartini, masyarakat Tegal dan sekitarnya hingga kini masih mengenal Kardinah, lantaran namanya kini diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang terletak di Jalan AR. Hakim, Kota Tegal.
Ya, Kardinah memang menjadi tokoh perintis pembangunan rumah sakit tersebut dari hasil penjualan buku karangannya. Ditambah dana kompensasi ganti rugi dari Pemerintah Kolonial ketika Kardinah mengambil alih Sekolah Wisma Pranawa (Sekolah Kepandaian Putri).
ADVERTISEMENT
Wijanarto mengungkapkan bahwa awalnya, RSUD yang mulai dibangun pada tahun 1927 tersebut bernama Kardinah Ziekenhuis. Kardinah menganggap rumah sakit itu amat penting bagi rakyat miskin, terutama bagi perempuan yang hendak bersalin.
"Sayangnya masyarakat Kota Tegal tak mengetahui sejarah keterkaitan RSUD kota Tegal dengan nama Kardinah. Beruntung telah ada publikasi soal Kardinah seperti tulisan Yono Daryono," tutur Wijanarto.
Menekankan Pentingnya Pendidikan
Dalam bukunya yang berjudul Kardinah: Sebuah Biografi Pejuang Kemanusiaan (1881-1971), Budayawan Tegal bernama Yono Daryono menjelaskan bahwa Kardinah mendirikan sebuah bernama Sekolah Wisma Pranawa. Sekolah ini sangat terkenal hingga mendapat donasi dari Residen Pekalongan dan Ki Hajar Dewantara. 
"Diceritakan juga, Dewi Sartika pun mengunjungi untuk perbaikan sekolah yang telah dirintis Dewi Sartika dengan nama Sekolah Istri atau Sekolah Perempuan. Wisma Pranawa mengajarkan pula pendidikan karakter selain keterampilan dan pengetahuan lainnya," kata Wijanarto.
ADVERTISEMENT
Sejak di Pemalang hingga di Tegal, Kardinah mengajar kepada kalangan di sekitar kepatihan dan terbatas. Materi pembelajarannya terkait dengan aspek keterampilan dasar bagi perempuan yang kelak menjadi istri dan ibu.
Sebagai istri Bupati Tegal saat itu, Kardinah memang berkeinginan untuk mendirikan sekolah bagi rakyat, khususnya untuk perempuan. Untuk mewujudkan cita-citanya itu, Kardinah mengumpulkan dana dari hasil menjual buku masakan dan buku tentang batik. 
"Hasil penjualan buku tersebut itulah yang mendanai lembaga pendidikan Sekolah Wisma Pranawa," jelas Wijanarto.
Reporter: Yunar Rahmawan
Editor: Irsyam Faiz
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020