Pencarian populer
PUBLISHER STORY
1 April 2018 14:44 WIB
0
0
Menikmati Pedas Manis Rujak Tumbuk saat Cuaca Panas Siang Hari
Rujak bebek atau rujak tumbuk di Brebes. (Foto: Yunar Rahmawan)
BREBES - Cuaca panas di siang hari, tentunya membuat sebagian besar orang ingin memakan makanan yang menyegarkan. Paling tidak bisa mengusir rasa ngantuk yang mendera. Banyak pilihan makanan dan minuman yang menyegarkan.
Salah satunya rujak bebek (tumbuk) yang berbahan buah-buahan. Kesegaran air yang keluar dari rujak bebek inilah yang membuat orang selalu mencarinya dikala tengah hari. Rujak bebek sendiri merupakan makanan asal Cirebon yang sudah menyebar ke seluruh nusantara.
Untuk menikmati kesegaran rujak bebek, Anda tak perlu bersusah payah untuk membuatnya. Sebab, banyak pedagang rujak bebek yang keliling menjajakannya. Salah satunya Wian (55) dari Desa Wangandalem, Kecamatan Brebes yang sudah 15 tahun berjualan rujak bebek.
Bahan-bahan dari rujak bebek, tampak komplit di dalam dua box kayu yang ia pikul. "Ada buah, dekoran, terasi, garam dan gula merah dan rawit," tuturnya.
Untuk proses pembuatannya, Wian menggunakan alat tumbuk berbahan kayu. Satu demi satu bahan dimasukkan, mulai dari terasi, garam dan gula merah. Disusul buah yang terdiri dari bengkoang, mangga muda, ketela, belimbing, jambu batu, kedondong.
Rujak bebek atau rujak tumbuk di Brebes. (Foto: Yunar Rahmawan)
Setelah halus, rujak kemudian disajikan menggunakan media berbahan daun pisang yang ia sebut dekoran. "Kalau dimakan di sini, pakai dekoran," jelas Wian.
Ketika pembelinya adalah pengendara motor yang lewat, maka ia gunakan plastik sebagai pembungkus rujak. "Dibungkus pakai plastik saja, tapi dekoran dan sendok dari daun saya sertakan," jelas penjual yang pernah merantau di Jakarta itu.
Salah satu pembeli, Fian (23) megatakan, ia membeli rujak bebek karena cuaca panas. "Pengin yang seger-seger, pas lewat ada rujak bebek, skalian beli," tuturnya.
Meski Fian menggunakan sepeda motor, namun ia ingin menyantap rujak menggunakan daun pisang. "Iya, tadi dikasih wadah dan sendok, soalnya lebih sedap kalau pake wadah daun," tuturnya.
Untuk satu porsi rujak bebek, penjual rata-rata mematok harga Rp 5 ribu. Hingga kini, para penjaja rujak bebek termasuk Wian, masih berdagang menggunakan pikulan.

Reporter: Yunar Rahmawan
Editor: Muhammad Irsyam Faiz
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Lorem ipsum dolor sit amet 
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
11 Desember · · ·
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2018 © PT Dynamo Media Network
Version: web: