Objek Wisata Hutan Mangrove Brebes Berbenah Hadapi Libur Lebaran

Objek Wisata Hutan Mangrove Pandansari Brebes. (Foto: Yunar Rahmawan/Panturapost.id)
BREBES - Menghadapi lonjakan pengunjung saat libur lebaran 2018, pengelola wisata Hutan Mangrove Pandansari di Desa Kaliwlingi, Brebes terus berbenah. Salah satunya penambahan lahan parkir seluas satu hektar untuk menampung kendaraan pengunjung.
"Belajar dari pengalaman tahun lalu, tempat parkir khususnya mobil, saya akui masih berada di pinggir jalan, itu jelas mengganggu mobilitas keluar masuknya kendaraan. Untuk itu tahun ini kami sediakan lahan seluas satu hektar khusus untuk parkir mobil," jelas Koordinator pengelola wisata Hutan Mangrove, Mashadi ditemui saat ditemui Panturapost.id, Minggu, 3 Juni 2018
Dengan luas lahan parkir tersebut, pihak pengelola mengestimasi bisa menampung 100 mobil. Sementara itu, untuk parkir sepeda motor masih menggunakan halaman warga.
"Untuk parkir motor, kita sudah siapkan seperti biasanya, kita koordinasikan dengan warga setempat untuk halaman rumahnya bisa digunakan sebagai lahan parkir motor," tutur Mashadi.
Tak hanya lahan parkir saja, pihak pengelola juga mengecek kesiapan tempat jalan kaki yang menembus hutan mangrove. "Kami tambahkan tempat duduk dari bambu sehingga berkesan natural yang nantinya bisa dimanfaatkan pengunjung untuk sekedar beristirahat karena panjangnya track," papar Mashadi.
Para pelancong saat libur lebaran nanti juga akan disuguhi wahana baru berupa banana boat dan donat boat. Wahana itu akan menguji adrenalin dari dermaga hutan mangrove hingga pulau pasir.
Sebagai alat angkut dari dermaga menuju hutan mangrove, pengelola juga sudah menyiapkan 16 perahu yang akan mengantarkan pengunjung menuju tracking mangrove. Untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan wisatawan, pihak pengelola tetap melakukan koordinasi dengan berbagai pihak pendukung.
"Untuk keamanan, kita sudah koordinasi dengan berbagai pihak, diantaranya Polair, Polsek, Dinkes, Koramil dan Tim SAR," jelas Mashadi.
Gelombang pasang yang terjadi beberapa waktu lalu juga menyisakan tumbangnya beberapa rumpun tanaman mangrove. "Ada sekitar 20% yang tumbang, namun tidak berpengaruh dengan daya tarik yang kami sajikan," kata Hadi.
Menurutnya, Kerusakan mangrove memang tidak bisa dihindari, untuk itu pihaknya selalu beradaptasi dengan kehendak alam tersebut. "Mangrove yang tumbang tersebut bisa menjadi daya tarik wisatawan juga. Nantinya ada interaksi antara wisatawan dan guide. Ketika Wisatawan menanyakan kenapa mangrove tumbang, di situ kami bisa mengedukasi mereka bahwa inilah dampak perubahan iklim. Untuk itu perlu kita jaga bersama kelestarian alam," pungkas Mashadi.
Reporter: Yunar Rahmawan
Editor: Muhammad Irsyam Faiz
