Kumparan Logo
Konten Media Partner

Pembangungan Jalingkut Brebes-Tegal Sempat Mangkrak 11 Tahun Lebih

PanturaPostverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) M. Basoeki Hadimoeljono
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) M. Basoeki Hadimoeljono

BREBES - Pembangunan Jalingkut (Jalan Lingkar Utara) Brebes-Tegal sepanjang 17.4 Kilometer itu dimulai pada tahun 2010 lalu. Namun proyek tersebut terhenti alias mangkrak dan mulai dibangun kembali di tahun 2014.

"Di tahun 2017, mulai digarap beneran, dan selesai pada April 2021, dengan menelan anggaran sebesar Rp 340 miliar," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) M. Basoeki Hadimoeljono, Rabu (13/4/2022).

Menurut dia, ruas Jalingkut dibangun untuk memecah terjadinya kemacetan di Jalur Pantura, terutama saat arus mudik Lebaran. Selain diharapkan akan memperlancar arus kendaraan, keberadaan Jalingkut bisa membuka akses bagi Kawasan Industri Brebes (KIB).

"Untuk arus mudik, Insyaallah, Jalingkut ini sudah siap digunakan. Namun ada beberapa oprit jembatan yang harus diperbaiki, dan mudah-mudahan sebelum H-10 Lebaran sudah siap," jelasnya.

Terkait kecelakaan di Jalingkut, Basuki mengatakan, sebagai jalan baru penggunanya penuh. Tujuan orang berkendaraan itu ada tiga, agar aman, cepat dan murah. Namun tiga hal itu dicapai jika prasarana, regulasi dan perilaku pengguna jalannya baik.

"Kalau sekarang, saya kira prasarananya sudah bagus, regulasinya juga bagus untuk satu line, pada perilakunya mungkin kurang sehingga terjadi kecelakaan," ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Brebes Idza Priyanti menyampaikan, terimakasih pada Presiden RI atas kehadirannya di Kabupaten Brebes. Kehadiran Kepala Negara tersebut merupakan kebanggan bagi Brebes.

Apalagi, kata dia, Presiden menyapa langsung masyarakat, memberikan bantuan dan tentunya meresmikan jalan lingkar Brebes-Tegal.

"Adanya Jalingkut ini sangat membantu memperlancar transportasi. Bahkan, dengan tingginya jumlah kendaraan yang melintas, kami harap Jalingkut ini dapat ditingkatkan menjadi jalan 4 jalur," kata Idza Priyanti. (*)