Kumparan Logo
Konten Media Partner

Pemerintah Didesak Lanjutkan Proyek Jalan Lingkar Utara Brebes

PanturaPostverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemerintah Didesak Lanjutkan Proyek Jalan Lingkar Utara Brebes
zoom-in-whitePerbesar

Salah satu jembatan yang mangkrak di Jalingkut Brebes. (Foto: Yunar Rahmawan/Panturapost.id)

BREBES - Jalan lingkar utara (Jalingkut) sepanjang 17 Km yang menghubungkan Brebes dan Kota Tegal hingga kini dibiarkan mangkrak. Jalan yang bermula dari Desa Bangsri, Kecamatan Bulakamba itu dimulai pembangunannya 2012 dan dihentikan pada 2013.

Anggota Komisi C DPRD Jateng Wahyudin Noor Aly, mendesak pemerintah pusat harus serius untuk menyelesaikan pembangunan jalan tersebut.

"Jadi kebetulan, kenapa saya harus melihat kondisi terkini Jalingkut, karena kemarin waktu rapat komisi D yang membidangi infrastruktur Binamarga, ada yg menarik dari pemaparan kepala dinas Binamarga yang menyebutkan ada beberapa bantuan yang akan digelontorkan oleh pemerintah pusat," jelasnya Wahyudin saat meninjau lokasi Jalingkut, Jumat 1 Juni 2018.

Jalingkut yang merupakan proyek pemerintah pusat itu, menurut Goyud, harus sesegera mungkin dilanjutkan. Mengingat banyaknya manfaat yang akan didapat ketika jalan penghubung dua wilayah itu bisa dioperasionalkan. Di antaranya yakni mengurangi kemacetan saat arus mudik, jalur pantura dalam kota Brebes awet karena kendaraan besar akan masuk ke Jalingkut dan akan menekan angka laka lantas di jalur nasional itu.

"Yang jelas masih banyak PR bagi pemerintah pusat. Memberikan bantuan yang masih dalam rancangan itu bagus, tapi prioritas adalah yg harus diselesaikan, kewajiban yg belum diselesaikan. Ini harus diselesaikan secepatnya," tegas Goyud.

Saat ini memang pembangunan jalan bebas hambatan tengah dikejar pengerjaannya, namun Politisi dari PAN itu berkeinginan agar proyek infrastruktur bisa berjalan beberangan.

"Jangan sampai masyarakat berfikir pemerintah hanya mengejar keuntungan saja dalam membangun infrastruktur. Karena kalau tol kan berbayar, Jalingkut itu gratis. Jangan sampai masyarakat berfikir pemerintah hanya mengejar profitnya saja, maka harus berjalan dua duanya. Tol diselesaikan, begitu juga dengan Jalingkut," pungkas Goyud.

Salah satu warga Kertabesuki Kecamatan Wanasari, Arif (32) mengaku ingin sekali jalingkut segera dilanjutkan. "Pemerintah tolonglah ini dilanjutkan proyeknya, supaya arus lalu lintas lancar dan tidak macet kalau mudik," kata Arif.

Berdasarkan pantauan panturapost.id, jalingkut tersebut berhenti pengerjaannya dan meninggalkan tiang penyangga jembatan, oprit dan kerangka besi yang mangkrak di beberapa lokasi yang melintasi sungai.

Bahkan, badan jalan yang beraspal dimanfaatkan warga sekitar untuk menjemur padi. Parahnya, ruas tersebut kerap dijadikan ajang balap liar. Saat puasa seperti sekarang ini, jalingkut digunakan untuk ngabuburit.

Reporter: Yunar Rahmawan

Editor: Muhammad Irsyam Faiz