Peternak di Brebes Terus Kembangkan Budidaya Lele Sistem Bioflok

BREBES - Para peternak ikan lele di Desa Luwungbata, Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes, terus mengembangkan budidaya dengan sistem bioflok. Sistem ini dianggap lebih efisien karena tidak memakan tempat, bersih, dan hasilnya lebih banyak.
Beberapa waktu lalu, kelompok peternak ikan di sana menerima bantuan dari Kemeterian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. Adapun bantuan yang diberikan berupa satu set perlengkapan budidaya sistem bioflok (lele).
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) KKP RI, Ridho Karya Dongoran mengatakan Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Mina Harapan Bersama, Desa Luwungbata jadi salah satu dari 22 kelompok penerima bantuan. Diharapkan, ke depan bisa menjadi percontohan bagi pembudidaya lainnya.
Ia menjelaskan, budidaya lele sistem bioflok sendiri ini merupakan salah satu program KKP untuk mendorong peningkatan komsumsi ikan di masyarakat. Terlebih, budidaya lele bioflok ini juga tergolong mudah dikembangkan. Apalagi, di Brebes lahan kosong dan sumber airnya masih banyak.
“Selain mudah, budidaya lele bioflok ini juga bagian dari usaha yang berlanjut. Sehingga, ke depan konsumsi ikan di kalangan masyarakat bisa terus meningkat,” ucap Ridho Karya Dongoran, Senin 4 November 2019.
Selain untuk usaha yang berlanjut, kata Ridho, sistem bioflok juga bertujuan untuk mensosialisasikan budidaya lele yang higienis dan bersih. Pasalnya, saat ini budidaya ikan lele terkesan kotor. Dengan demikian, adanya bantuan tersebut bisa mengurangi kesan kotor dalam budidya lele.
“Jadi lewat sistem bioflok ini kita harapkan anggapan budidaya lele yang kotor ini dihilangkan. Sehingga, bisa menghasilkan ikan yang lebih bersih dan sehat,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Pokdakan Mina Harapan Bersama Aryoto mengatakan, bahwa kelompoknya baru terbentuk beberapa tahun belakangan. Mereka berkomitmen untuk mengembangkan budidaya lele dengan sistem bioflok.
“Kita bersyukur baru membentuk kelompok beberapa tahun sudah mendapatkan bantuan seperti ini. Semoga bantuan ini bisa mengembangkan budidaya ikan kami,” ucap Aryoto.
Menurut Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Brebes Gatot Rudiyono pengembangan budidaya ikan lele dengan sistem itu diharapkan meningkatkan konsumsi ikan di masyarakat. Sebab, di Brebes tingkat konsumsi ikan cukup rendah.
Dia berpesan kepada penerima bantuan, untuk bisa memaksimalkan apa yang sudah diterima. Pihaknya juga membuka kepada seluruh pembudidaya yang ingin berkonsultasi terkait permasalahan dalam budidaya ikan.
“Silakan datang ke kantor atau lewat tenaga teknis PPL jika ingin berkonsultasi. Kita terbuka untuk para pembudidaya yang ingin mengembangkan usahanya,” pungkasnya. (*)
