Kumparan Logo
Konten Media Partner

PKL Alun-alun Kota Tegal Menolak Direlokasi ke Kawasan PPIB

PanturaPostverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Diperkim Kota Tegal memasang banner informasi pengerjaan proyek di bundaran Alun-alun Kota Tegal pada Desember 2019 lalu. (Foto: Dok. Setyadi)
zoom-in-whitePerbesar
Diperkim Kota Tegal memasang banner informasi pengerjaan proyek di bundaran Alun-alun Kota Tegal pada Desember 2019 lalu. (Foto: Dok. Setyadi)

TEGAL - Pemkot Tegal saat ini tengah merevitalisasi kawasan alun-alun hingga sepanjang Jalan Pancasila menuju Stasiun Kereta Api Kota Tegal. Upaya itu salah satunya berimbas dengan tergusurnya Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan tersebut. Sejumlah tempat pun disiapkan Pemkot Tegal untuk merelokasi mereka.

Seperti Pasar Malam Alun-alun untuk PKL di Taman Pancasila atau eks Taman Poci. Kemudian untuk PKL di bundaran alun-alun rencananya akan direlokasi di kawasan Gedung Pusat Promosi dan Informasi Bisnis (PPIB) di Jalan Kolonel Sugiono.

Meski demikian, rencana relokasi PKL ternyata mendapat penolakan.  Selain oleh Organisasi Pedagang Eks Taman Poci (Orpeta) atau Taman Pancasila, sejumlah pedagang alun-alun juga turut menolak rencana pemindahan ke PPIB.

Menurut salah satu pedagang di Alun-alun, Ahmadi (56), omzet pedagang akan turun dratis. Karena pemindahan PPIB terlalu jauh dari pusat kota. "Sebenarnya kami keberatan. Terlalu jauh. Terus di sana siapa yang mau beli," kata pedagang mi ayam ini, Selasa (4/2/2020).

Jika boleh meminta, kata Ahmadi, para pedagang direlokasi, namun masih seputar alun-alun. "Ya harapannya masih sekitar sini," kata Ahmadi.

Plt. Kepala Dinkop UKM dan Perdagangan Kota Tegal Herlien Cokrowati mengatakan, rencananya, semua PKL alun-alun akan dipindahkan pada bulan Februari ini. "Kita sudah lakukan pemetaan. Termasuk berapa lapak yang tersedia di PPIB. Untuk sementara ada 91 lapak siap huni," kata Herlien.

Herlien pun mengungkapkan sejumlah alasan, mengapa komplek PPIB menjadi lokasi yang tepat. Salah satunya untuk menghidupkan kawasan tersebut. "Daripada tidak tertampung di jalanan. Dan juga rencananya akan dibuat semacam pujasera," kata dia.

Saat ini, dari hasil pendataan sementara sedikitnya ada 200 PKL alun-alun. Jumlah tersebut diakuinya tidak cukup dengan jumlah lapak di PPIB. Untuk itu, pihaknya akan lebih mengutamakan warga Kota Tegal.

Sosialisasi rencana tersebut akan segera disampaikan ke pedagang. "Segera kita sosialisasikan. Nanti yang kita utamakan warga ber-KTP Kota Tegal," kata dia. (Setyadi)