kumparan
31 Oktober 2019 16:56

Polisi Bongkar Makam Ayah yang Dibunuh Anak Kandung untuk Autopsi

WhatsApp Image 2019-10-31 at 16.13.50 (1).jpeg
Kepolisian membongkar makam Rahadi (58) warga Desa Kendayakan, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal yang menjadi korban pembunuhan oleh anak kandungnya. (Foto: Syaifullah)
TEGAL - Kepolisian membongkar makam Rahadi (58) warga Desa Kendayakan, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal yang menjadi korban pembunuhan oleh anak kandungnya Waudin (28) alias Udin, Kamis (31/10). Pembongkaran sengaja dilakukan untuk kepentingan autopsi sehingga bisa diketahui penyebab kematian korban.
ADVERTISEMENT
Untuk proses pembongkaran makam, dilakukan sejumlah personel kepolisian dari tim identifikasi satreskirm Polres Tegal dengan dibantu warga. Dari hasil autopsi yang dilakukan tim dokter forensik, penyebab kematian diduga karena luka di bagian leher yang tembus hingga ke punggung.
"Kami telah memeriksa jenazah yang telah dimakamkan satu hari lalu dengan jenis kelamin laki-laki. Hasil pemeriksaan terdapat beberapa luka, yakni di leher, dagu, dan punggung," kata Istiqomah salah satu tim dokter forensik Polda Jawa Tengah.
WhatsApp Image 2019-10-31 at 16.13.50 (2).jpeg
Kepolisian membongkar makam Rahadi (58) warga Desa Kendayakan, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal yang menjadi korban pembunuhan oleh anak kandungnya. (Foto: Syaifullah)
Dari sejumlah luka yang ada, lanjut Istiqomah, yang terparah adalah luka di bagian leher. Luka akibat sabetan kampak tersebut tembus hingga ke punggung. Diperkirakan luka tersebut yang mengakibatkan korban meninggal dunia.
"Kita tidak menemukan luka dalam atau bagian organ dalam yang terluka. Kuat diduga kematian disebabkan luka di leher yang cukup dalam. Tapi untuk keterangan detail nanti ada hasil visum dari penyidik," katanya.
WhatsApp Image 2019-10-31 at 16.13.50.jpeg
Kepolisian membongkar makam Rahadi (58) warga Desa Kendayakan, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal yang menjadi korban pembunuhan oleh anak kandungnya. (Foto: Syaifullah)
Kasat Reskrim Polres Tegal AKP Gunawan Wibisono autopsi ini merupakan bagian dari proses penyelidikan dan penyidikan. "Jadi meskipun kita telah melakukan visum dan menemukan sejumlah luka akibat senjata tajam, autosi penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana luka tersebut menjadi penyebab kematian," kata Gunawan.
ADVERTISEMENT
Saat ini polisi telah menetapkan tersangka pelaku pembunuhan yakni Waudin (28) yang merupakan anak bungsu korban. Tersangka juga telah ditahan di rumah tahanan Mapolres Tegal. Guna mengamankan proses pembongkaran makan dan otopsi, sejumlah personel polisi dikerahkan ke lokasi. (Syaifullah)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan