kumparan
30 Oktober 2019 20:35

Pria Tegal Pembunuh Ayah Kandung Pernah Bacok Sang Ayah

WhatsApp Image 2019-10-30 at 20.04.08.jpeg
Surip (kiri).
Tegal - Peristiwa pembunuhan yang terjadi di Desa Kendayakan, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, membuat pilu warga, terutama keluarga. Semua tidak menyangka, Waudin alias Udin (28) nekat membunuh ayah kandungnya sendiri, Rahadi (58), pada Selasa kemarin (29/10).
ADVERTISEMENT
Surip, istri Rahadi pun hanya bisa menangis dan pasrah saat melihat suaminya meregang nyawa di tangan anaknya sendiri. Surip bercerita, sebelum peristiwa pembunuhan terjadi, Udin sudah berkali-kali melakukan kekerasan terhadap ayah kandungnya.
Menurut dia, Udin juga pernah membacok ayahnya hingga mengalami luka di punggung. Namun aksi tersebut diketahui oleh ibunya. Udin pun langsung diseret kelur rumah. Sehingga nyawa korban bisa tertolong.
"Sebenarnya kalau sehari-hari tidak ada masalah sih, tidak pernah terlibat cekcok. Cuma saya enggak tahu bisa terjadi seperti itu. Dia sering melakukan kekerasan kepada ayahnya, kalau enggak salah kejadian kemarin (pembunuhan) itu yang keempat kalinya," kata Surip, Rabu (30/10).
Peristiwa kemarin, lanjut Surip, membuatnya terpukul. Ia merasa kecolongan karena pada saat kejadian tidak berada di rumah. Saat itu, dia sedang membantu saudara yang sedang menggelar hajatan.
ADVERTISEMENT
Ia sempat menanyakan "Di mana Bapak?", namun Udin mengaku tidak tahu dan mengatakan, "Mungkin masih kerja, nanti juga pulang". Karena tidak mendapatkan jawaban tentang keberadaan suaminya, ia pun akhirnya mencari ke kebun hingga sore hari. Namun tetap saja tidak menemukannya.
"Karena di kebun tidak ada, saya akhirnya pulang lagi ke rumah. Dan ternyata di kamar Bapak, saya lihat ada bercak darah. Saya pun langsung keluar minta bantuan warga untuk mencarinya. Tapi perasaan saya bilang, masa iya Udin tega membunuh bapaknya? Setelah dicari, ternyata Bapak sudah ada di septic tank," tuturnya.
WhatsApp Image 2019-10-30 at 20.17.40 (1).jpeg
Kondisi septic tank yang digunakan pelaku untuk membuang jasad korban. (Foto: Syaifullah)
Septic tank yang digunakan pelaku untuk mengubur ayah kandung berada di samping rumah. Saat itu, tutup saptic tank sudah dicor menggunakan semen dan tertutup tikar. Setelah ditemukan, warga pun melaporkan kejadian tersebut ke polisi dan melakukan evakuasi.
ADVERTISEMENT
"Dia sebelumnya sudah pernah dirawat sebanyak tiga kali di rumah sakit untuk mengetahui kejiwaannya. Dan kemarin oleh polisi juga kembali dibawa ke sana untuk diperiksa. Kekerasan ini juga tidak hanya pada Bapak, tapi anak saya yang lain, keponakan juga pernah," pungkasnya. (Syaifullah)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan