Kumparan Logo
Konten Media Partner

Protes Soal Armada Bus Pabrik, Puluhan Sopir Elf Brebes Geruduk PT BIG

PanturaPostverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Puluhan sopir elf rute Losari-Brebes - Tegal memprotes PT Bintang Indokarya Gemilang (BIG) soal armada bus pabrik untuk antar jemput karyawan. Mereka pun menggelar aksi di Jalan Pantura Brebes, Selasa (5/4/2022).
zoom-in-whitePerbesar
Puluhan sopir elf rute Losari-Brebes - Tegal memprotes PT Bintang Indokarya Gemilang (BIG) soal armada bus pabrik untuk antar jemput karyawan. Mereka pun menggelar aksi di Jalan Pantura Brebes, Selasa (5/4/2022).

BREBES - Puluhan sopir elf rute Losari-Brebes - Tegal memprotes PT Bintang Indokarya Gemilang (BIG) soal armada bus pabrik untuk antar jemput karyawan. Mereka pun menggelar aksi di Jalan Pantura Brebes, Selasa (5/4/2022).

Mereka pun mendesak agar PT BIG tidak menyediakan bus karyawan lantaran dianggap akan menurunkan penghasilan mereka.  4 perwakilan sopir angkutan dipersilakan masuk oleh pihak perusahaan untuk melakukan audiensi.

Salah satunya Eling Tri Wiratno. Eling mengatakan adanya bus yang disediakan untuk karyawan, akan menurunkan penghasilan para sopir elf.

"Kita sebagai sopir angkutan umum juga dikejar setoran harian oleh pemilik armada. Dengan adanya bus karyawan ini otomatis akan menurunkan penghasilan kami," kata Eling.

Sementara itu, menurut Kepala Bidang Lalulintas Dishub Brebes, M. Reza Prisman, jumlah armada yang disediakan PT BIG ini tidak akan mengurangi penghasilan para sopir angkutan elf.

Reza mengatakan, penyediaan armada ini untuk memenuhi sarana dan prasarana perusahaan, terkait analisis dampak lingkungan dan lalu lintas (Amdal Lalin).

"Dalam pendirian sebuah perusahaan harus ada Amdal Lalin yang salah satu di antaranya adalah perusahaan harus menyediakan bus untuk karyawan," kata Reza Prisman.

Terkait dengan pendapatan para sopir angkutan elf, kata dia, jumlah karyawan PT BIG hampir 10.000 orang. Sedangkan pihak perusahaan hanya menyiapkan sedikit armada bus antar jemput dan saat ini masih dalam tahap uji coba.

Dengan jumlah karyawan yang cukup banyak, menurutnya tidak akan mengurangi penghasilan sopir angkutan.

"Kemungkinan mereka (sopir) tahu busnya ada banyak. Tapi kan kenyataannya cuma sedikit. Ada bus yang akan antar jemput ke arah timur dan ada yang antar jemput ke arah barat," jelasnya.

Perwakilan perusahaan PT BIG, Edi Suryono, menyatakan pihaknya hanya menyediakan 3 unit armada bus antar jemput karyawan sesuai dengan aturan Amdal Lalin. Menurutnya, angkutan umum atau elf tidak bisa dijangkau semua karyawan. Terutama bagi karyawan yang pulang di atas pukul 18.00 sore.

"Kalau jam 6 sore itu sudah tidak ada angkutan. Karyawan mau pulang juga bingung. Penyediaan bus antar jemput ini tidak akan mengurangi penghasilan sopir angkot. Kita sudah jelaskan kepada mereka (sopir elf)," pungkasnya. (*)